74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Banyumas Alihkan Anggaran Mobil Dinas ke Kendaraan Listrik, Bidik Efisiensi Belanja dan Tambah PAD

 


BERSWARANEWS.Com | Banyumas -  Pemerintah Kabupaten Banyumas mulai mengarahkan kebijakan belanja daerah ke model yang lebih efisien dan berorientasi jangka panjang. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah mengalihkan anggaran pembelian mobil dinas baru menjadi pengadaan kendaraan listrik bagi kepala desa dan penilik sekolah, sekaligus membangun ekosistem kendaraan listrik yang diharapkan mampu menekan biaya operasional pemerintah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Komitmen tersebut disampaikan Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, usai melakukan uji coba sepeda motor listrik VinFast di halaman Pendopo Sipanji Purwokerto, Jumat (7/8/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permades) Hirawan Danan Putra, penilik Dinas Pendidikan, serta perwakilan Satria Praja.


Sadewo mengatakan transformasi kendaraan operasional menuju kendaraan listrik bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan bagian dari strategi efisiensi fiskal daerah. Menurutnya, beban anggaran untuk penggantian biaya bahan bakar minyak (BBM) dapat ditekan secara signifikan melalui penggunaan kendaraan listrik.


"Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam menekan beban BBM sekaligus mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik," ujarnya.


Pemerintah Kabupaten Banyumas menilai skema yang ditawarkan VinFast memberikan keuntungan ekonomi yang cukup besar, antara lain pengisian daya gratis selama tiga tahun pertama serta garansi baterai hingga enam tahun. Dengan fasilitas tersebut, biaya operasional kendaraan dinas diproyeksikan turun secara signifikan dibandingkan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil.


"Kalau pakai BBM harus ada penggantian biaya ke Pemda. Dengan kendaraan listrik, selama tiga tahun tidak ada penggantian biaya BBM sama sekali. Ini efisiensi anggaran yang cukup besar," kata Sadewo.


Pada tahap awal, pemerintah merencanakan pengadaan sekitar 90 unit sepeda motor listrik yang akan digunakan kepala desa dan penilik sekolah sebagai kendaraan operasional. Selain itu, sejumlah mobil listrik berukuran kecil juga akan disiapkan untuk mendukung mobilitas lapangan Dinas Perhubungan, menggantikan kendaraan operasional yang dinilai sudah tidak lagi efisien.


Tidak hanya menghemat belanja operasional, proyek tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi baru bagi daerah. Pemkab Banyumas bersama VinFast menyiapkan pembangunan hingga 250 titik stasiun pengisian daya kendaraan listrik di berbagai lokasi strategis.


Dari 165 titik yang diusulkan pemerintah daerah, sebanyak 82 lokasi telah disetujui untuk disewa VinFast selama lima tahun. Skema ini menjadi sumber pendapatan baru melalui pemanfaatan aset daerah berupa sewa lahan.


Pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme tarif pengisian daya. Selama tiga tahun pertama, pengguna kendaraan VinFast dapat mengisi daya secara gratis. Memasuki tahun keempat, pengguna VinFast dikenakan tarif sebesar 50 persen, sedangkan pengguna kendaraan listrik merek lain membayar tarif penuh sesuai ketentuan yang berlaku.


Sadewo menegaskan seluruh program tersebut dibiayai dari pengalihan anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pembelian mobil dinas baru bagi bupati pada Anggaran Murni. Kebijakan itu, menurutnya, mencerminkan perubahan prioritas belanja daerah yang lebih berorientasi pada pelayanan publik.


"Selama masa jabatan, saya tidak mengutamakan membeli mobil dinas baru. Lebih baik anggarannya dipakai untuk kebutuhan yang langsung menyentuh pelayanan desa dan pendidikan," tegasnya.


Ke depan, Pemerintah Kabupaten Banyumas akan melakukan evaluasi terhadap penggunaan kendaraan listrik pada tahap awal sebelum memperluas program peremajaan kendaraan dinas secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi transformasi transportasi pemerintahan yang lebih hemat biaya, ramah lingkungan, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik. (wpas)

Posting Komentar

Posting Komentar