74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

SARAHSIMAS Resmi Dibuka, Bupati Banyumas Gratiskan Seluruh Paket Tebus Murah untuk Warga


BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui pendekatan yang langsung menyentuh masyarakat. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono secara resmi membuka kegiatan Pasar Murah Inflasi Banyumas (SARAHSIMAS) di Halaman Kantor Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP), Jumat (31/7), sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.


Pembukaan SARAHSIMAS menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mengantisipasi gejolak harga bahan pokok. Melalui pasar murah, masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.


Kepala DKUKMP Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menjelaskan bahwa panitia semula menyiapkan 100 paket sembako tebus murah dengan nilai normal sekitar Rp84.000 per paket. Paket tersebut awalnya direncanakan dapat ditebus warga hanya dengan harga Rp10.000. Selain itu, tersedia pula 60 paket sembako gratis yang berasal dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) DKUKMP.


Namun, dalam kesempatan tersebut Bupati Banyumas mengambil keputusan yang disambut antusias masyarakat. Seluruh 100 paket sembako yang semula berstatus tebus murah diputuskan untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada warga yang telah memegang kupon.


Penerima manfaat dalam kegiatan ini diprioritaskan bagi masyarakat Kelurahan Kranji dan Kelurahan Sokanegara, sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok warga.


Dalam sambutannya, Bupati Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa kondisi inflasi di Kabupaten Banyumas masih berada dalam kategori terkendali. Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin lengah dan terus melakukan berbagai langkah antisipatif agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokan barang tersedia.


"Meskipun inflasi di Banyumas masih terkendali, kita terus menjaga harga tetap terjangkau dan pasokan terjamin. Upaya ini tak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dengan Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat," ujar Sadewo.


Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat sebagai konsumen.


Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indomarco Prismatama atas dukungan terhadap penyelenggaraan SARAHSIMAS melalui bantuan 10 unit tenda sarnavil. Fasilitas tersebut dinilai tidak hanya menunjang kelancaran pelaksanaan pasar murah, tetapi juga memberi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.


Menurutnya, penguatan sektor UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.


"Mari perkuat gotong royong, dukung produk lokal, dan bersama-sama menjaga stabilitas harga. Dengan kolaborasi yang kuat, inflasi dapat tetap terkendali dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat," pungkasnya.


Melalui SARAHSIMAS, Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pengendalian inflasi secara makro, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kemudahan akses terhadap kebutuhan pokok serta pemberdayaan ekonomi lokal. (wpas)

Posting Komentar

Posting Komentar