BERSWARANEWS.Com | Semarang - Kejuaraan Atletik Nasional dan Internasional Jateng Open 2026 kembali menegaskan diri sebagai panggung lahirnya prestasi-prestasi besar atlet Indonesia. Di Stadion Atletik Jatidiri Semarang yang kini telah memenuhi standar World Athletics, dua atlet muda asal Kabupaten Banyumas tampil mencuri perhatian. Satu mengukir sejarah lewat lemparan yang melampaui rekor nasional, sementara yang lain mencatat debut sensasional di nomor baru sebagai bekal menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Sorotan utama tertuju kepada atlet lempar lembing putri Banyumas, Attina Nur Kamila, yang sukses melempar sejauh 52,69 meter pada nomor senior putri, Jumat (24/7/2026). Catatan tersebut melampaui rekor nasional sebelumnya yang juga atas nama dirinya sendiri, yang dibukukan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024.
Lemparan Attina menjadi pencapaian paling bergengsi sepanjang penyelenggaraan Jateng Open tahun ini sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu pelempar lembing terbaik Indonesia.
Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Jawa Tengah, Dr. Rumini, mengatakan keberadaan Stadion Jatidiri yang telah memenuhi standar internasional menjadikan setiap capaian prestasi pada kejuaraan ini memiliki legitimasi untuk diajukan sebagai rekor resmi.
"Dengan fasilitas yang berstandar internasional, apalagi event ini sudah menjadi agenda resmi PB PASI, membuat kejuaraan ini bisa tercatat saat terjadi pemecahan rekor," ujarnya.
Meski demikian, rekor tersebut belum otomatis disahkan. Sesuai regulasi World Athletics, pengesahan masih harus melalui proses homologasi, termasuk pemeriksaan doping yang difasilitasi Indonesia Anti-Doping Organization (IADO).
Ketua Litbang Pengprov PASI Jawa Tengah, Budi Utomo, menjelaskan sampel atlet akan dikirim ke laboratorium di Thailand. Apabila hasilnya dinyatakan negatif dari penggunaan zat terlarang, maka lemparan Attina resmi tercatat sebagai rekor nasional baru.
Pengprov PASI Jawa Tengah bersama kontingen Banyumas menyatakan siap mengawal seluruh proses administrasi hingga pengajuan kepada PB PASI agar prestasi tersebut memperoleh pengakuan resmi.
Di balik gemerlap rekor nasional, Banyumas juga memperoleh kabar menggembirakan dari sektor atlet muda.
Akhmad Aditya Sakti, pelajar kelas XII SMA Negeri 1 Kroya asal Desa Kaliwedi, Kecamatan Kebasen, sukses mencuri perhatian pada nomor 400 meter gawang U-18. Menariknya, nomor tersebut merupakan debut resmi yang langsung berbuah podium.
Sakti mengaku selama ini lebih banyak bertanding di nomor 800 meter dan 1.500 meter. Setelah melalui proses pencarian nomor yang paling sesuai, ia akhirnya mencoba tantangan baru di nomor 400 meter gawang.
Perjalanan atlet muda itu dimulai sejak duduk di kelas VII MTs Ma'arif Kebasen. Berbekal kegemaran berlari, ia berlatih secara konsisten di bawah bimbingan pelatih Prima Ghozali, yang juga menjabat Sekretaris Umum PASI Kabupaten Banyumas.
Debut manis tersebut menjadi modal penting dalam persiapan menghadapi Porprov Jawa Tengah 2026, sekaligus menunjukkan keberhasilan pembinaan atlet usia muda di Banyumas.
Jateng Open 2026 sendiri berlangsung dengan skala yang semakin besar. Sebanyak 1.353 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia serta dua klub atletik asal Malaysia ambil bagian dalam kejuaraan yang mempertandingkan kelompok umur U-16, U-18, dan senior.
Jumlah peserta meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 900 atlet, menjadikan Jateng Open sebagai salah satu kompetisi atletik terbesar di Indonesia.
Sejak sehari sebelum perlombaan dimulai, Stadion Jatidiri telah dipenuhi aktivitas persiapan. Panitia, perangkat pertandingan, wasit, juri, hingga tim kesehatan memastikan seluruh aspek teknis berjalan sesuai standar internasional.
Rumini menegaskan keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya bergantung pada kualitas atlet, tetapi juga profesionalisme seluruh perangkat pendukung.
"Ya, kita harus kerja keras untuk menyukseskan event ini. Salah satunya adalah peran wasit dan juri lomba, juga panitia," katanya.
Keberhasilan Attina dan Sakti menjadi gambaran nyata bahwa investasi pada pembinaan atlet, kualitas pelatih, dan peningkatan infrastruktur olahraga mulai menunjukkan hasil konkret. Jika Attina membawa nama Banyumas menuju sejarah baru atletik nasional, maka Sakti menghadirkan optimisme lahirnya generasi penerus yang siap bersaing di level lebih tinggi.
Jateng Open 2026 akhirnya tidak sekadar menjadi agenda tahunan kalender atletik nasional. Dari lintasan lari hingga sektor lempar, kejuaraan ini menjadi panggung lahirnya rekor, debut gemilang, dan harapan baru bagi masa depan atletik Indonesia. (wpas)





Posting Komentar