74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

MABIT Gen Z Al Ittihaad 2 Pasir Lor, Menanam Integritas dan Menghidupkan Spirit Hijrah di Kalangan Santri

 


BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Di tengah tantangan era digital yang kerap menggerus perhatian generasi muda terhadap kehidupan spiritual, Madrasah Al Ittihaad 2 Pasir Lor menghadirkan cara berbeda menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Bukan dengan euforia seremonial, melainkan melalui pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman yang dikemas dalam Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) Santri Gen Z.


Selama dua hari, Senin-Selasa (15-16/6/2026), sebanyak 53 santri menjalani rangkaian kegiatan yang tidak hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga membentuk disiplin, kepemimpinan, dan rasa persaudaraan.


Kepala Madrasah, Ustaz Jamil, menempatkan makna hijrah sebagai inti dari seluruh kegiatan. Dalam amanatnya saat upacara pembukaan dan penutupan, ia mengingatkan bahwa perpindahan tahun hijriah sejatinya merupakan momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik.


“Jadilah santri yang rajin mengaji, hormat kepada guru dan orang tua, serta mampu menjadi teladan di mana pun berada,” pesannya.


Pesan tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai aktivitas sepanjang malam. Mulai dari tadarus Al-Qur'an, materi keislaman, muhasabah, qiyamul lail, pembinaan karakter, hingga aneka lomba edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar dan kebersamaan.


Namun MABIT kali ini tidak sekadar menjadi agenda rutin. Pada pukul 01.45 WIB, rombongan Kepala Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Dr. H. Ibnu Asaddudin, S.Ag., M.Pd., bersama para pecinta ziarah dan silaturahmi, hadir secara langsung di tengah kegiatan.


Kedatangannya disambut Kepala Madrasah Ustaz Jamil, Ketua Pengurus KH. M. Ali Sosikin atau Mbah Sod, serta panitia. Di hadapan para santri, H. Ibnu memberikan apresiasi atas konsistensi Madrasah Al Ittihaad 2 Pasir Lor dalam membina generasi muda melalui pendidikan berbasis karakter dan nilai-nilai Qur'ani.


“Saya mengapresiasi seluruh pengurus, guru, tenaga kependidikan, dan panitia yang telah menghadirkan kegiatan luar biasa ini. Teruslah mendidik generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas,” ujarnya.


Apresiasi tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan keagamaan tidak hanya berorientasi pada kecakapan intelektual, tetapi juga pembangunan integritas dan akhlak.


Selepas Salat Subuh, semangat itu berlanjut melalui ziarah berjalan kaki sejauh sekitar lima kilometer menuju makam Syekh Maqdum Wali. Di sepanjang perjalanan, para santri melantunkan Shalawat Nariyah, menghadirkan suasana religius yang menyatukan tradisi, spiritualitas, dan kebersamaan.


Tahlil dipimpin Ustaz Kholid, doa dipanjatkan Gus Rahmat, sementara seluruh rangkaian kegiatan dipandu Ning Anis dengan suasana hangat dan penuh kegembiraan.


MABIT juga menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan. M. Nenal GH. Yuniar dipercaya sebagai Jenderal MABIT dengan empat kapten pendamping, yakni Desta Bagus, Fifian Fajar Febrina, Sarifah Balqis, dan Shofiya. Sementara kebutuhan konsumsi peserta selama kegiatan dilayani Ramelan bersama istri, menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah pendidikan karakter dibangun melalui gotong royong seluruh elemen madrasah.


Ketua Panitia Fajar Setyo Aji mengungkapkan, keberhasilan terbesar kegiatan bukan sekadar seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan sehat dan lancar, tetapi munculnya kerinduan para santri agar MABIT berikutnya berlangsung lebih lama.


“Alhamdulillah seluruh peserta sehat wal afiat. Bahkan saat penutupan mereka kompak meminta agar MABIT berikutnya dilaksanakan lebih lama karena kegiatan ini sangat berkesan, menambah ilmu, memperkuat ukhuwah, dan membangkitkan semangat mengaji,” katanya.


Ada satu pemandangan yang menjadi penutup penuh makna. Seusai upacara penutupan, seluruh santri berjabat tangan dengan kepala madrasah, pengurus, guru, tenaga tata usaha, dan panitia. Tradisi yang disebut-sebut pertama di Banyumas, bahkan mungkin di Indonesia itu, menghadirkan suasana kekeluargaan yang kental.


Sebanyak 40 santri menerima uang saku amanah dari Kepala Kemenag Banyumas, sedangkan 13 santri lainnya memperoleh uang saku dari panitia beserta titipan salam dan ungkapan terima kasih dari keluarga besar madrasah.


Di tengah lantunan shalawat dan foto bersama yang sarat kehangatan, para santri pulang bukan hanya membawa hadiah dan kenangan. Mereka membawa sesuatu yang lebih berharga: ilmu, integritas, persaudaraan, dan semangat hijrah untuk tumbuh menjadi generasi Qur'ani yang berakhlakul karimah serta memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.


Di saat sebagian generasi muda akrab dengan dunia yang serba instan, MABIT Santri Gen Z Al Ittihaad 2 Pasir Lor menunjukkan bahwa pendidikan karakter masih memiliki tempat yang kuat. Sebab, membangun masa depan tidak cukup hanya dengan kecerdasan, tetapi juga dengan iman, akhlak, dan integritas. (wpas)

0

Posting Komentar