BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Pembangunan desa tidak lagi sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi menjadi strategi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi, memperluas akses layanan publik, dan mempererat kolaborasi lintas elemen. Semangat itulah yang mengemuka dalam pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Cirahab, Kecamatan Lumbir, Rabu (15/7/2026).
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Banyumas serta sejumlah tamu undangan, secara resmi membuka program yang selama 30 hari ke depan akan menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan kawasan pedesaan.
Sekretaris TMMD Sengkuyung Tahap III, Warih Wiono, melaporkan sebanyak 180 personel diterjunkan dalam pelaksanaan program yang berlangsung mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, dengan fokus pembangunan fisik sekaligus penguatan kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan nonfisik.
Pada sektor infrastruktur, TMMD akan membangun jalan rabat beton sepanjang 665 meter dengan lebar 3 meter, membangun satu unit jembatan sepanjang 9 meter, dua titik talud masing-masing sepanjang 30 meter, tiga unit plat beton, satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui dukungan Baznas Kabupaten Banyumas, serta lima unit jamban keluarga hasil sinergi dengan PMI Kabupaten Banyumas.
Di sisi lain, sasaran nonfisik diwujudkan melalui beragam penyuluhan yang melibatkan organisasi perangkat daerah dan instansi terkait, dengan koordinasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas. Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga peningkatan pengetahuan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sadewo menekankan bahwa pembangunan Banyumas hanya dapat berhasil melalui kebersamaan seluruh komponen masyarakat.
"Melalui kebersamaan inilah, visi Banyumas yang produktif mampu mengoptimalkan potensi menjadi sumber pertumbuhan, adil dengan hasil pembangunan dirasakan semua pihak tanpa terkecuali, dan sejahtera dengan meningkatnya kualitas hidup dapat tercapai," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Desa Cirahab akan memberikan dampak berantai bagi kehidupan masyarakat. Jalan yang lebih baik akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian dan produk UMKM, memudahkan akses menuju layanan pendidikan maupun kesehatan, sekaligus membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi desa.
Namun, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan TMMD tidak semata diukur dari rampungnya pembangunan fisik. Nilai utama program ini justru terletak pada tumbuhnya rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menyengkuyung pelaksanaan TMMD ini. Mari kita bergotong royong, saling membantu, dan bersama-sama menjaga setiap hasil pembangunan yang telah dititipkan," katanya.
TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan lahir dari sinergi yang kuat. Ketika pemerintah daerah, TNI, lembaga sosial, dan masyarakat bergerak dalam satu tujuan, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga membangun kemandirian, memperkuat kohesi sosial, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang menopang kemajuan Banyumas secara lebih merata. (wpas)






Posting Komentar