74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

10 Perempuan Banyumas Ukir Jejak Pengabdian, Terima Penghargaan Tokoh Perempuan 2026


BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Sepuluh perempuan inspiratif Banyumas mendapat penghargaan Tokoh Perempuan Banyumas 2026 dalam gelaran Temu Gagasan Tokoh Kabupaten Banyumas 2026, Jumat (28/8/2026).


Penghargaan itu bukan sekadar apresiasi atas kiprah personal. Di balik setiap nama, terdapat jejak pengabdian di bidang sosial, budaya, pendidikan, olahraga, perlindungan perempuan hingga pemberdayaan masyarakat.


Forum yang memasuki tahun keenam tersebut mempertemukan 41 tokoh Banyumas dari berbagai latar belakang untuk membedah gagasan pembangunan daerah menuju 2030.


Penggagas Temu Gagasan Tokoh Kabupaten Banyumas, Iksanto, menegaskan forum tersebut dirancang sebagai ruang menghimpun gagasan terbaik bagi masa depan Banyumas.


“Kita menggali potensi-potensi pikiran tokoh-tokoh di Banyumas untuk kepentingan Banyumas mendatang.”


Menurutnya, pembangunan hingga 2030 membutuhkan kontribusi lintas sektor dan lintas pemikiran, bukan hanya dari pemerintah.


Salah satu penerima penghargaan, Khasanatul Mufidah, SH, yang dinobatkan sebagai Penggerak Sosial Kemasyarakatan, menyoroti pentingnya perempuan ditempatkan sebagai aktor pembangunan, terutama dalam menghadapi kemiskinan dan persoalan sosial.


“Persoalan kemiskinan dan sosial ini, di samping dominasi obyek terdampaknya adalah perempuan, penanganannya juga harus melibatkan peran perempuan secara aktif,” ujarnya.


Khasanatul menilai perempuan memiliki kekuatan strategis dalam pemberdayaan masyarakat. Potensi zakat, infak dan sedekah (ZIS), menurutnya, dapat dikembangkan menjadi energi sosial untuk memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.


Sementara Ingke Meila Dhenes, SH., M.Kn, penerima penghargaan sebagai Penggerak Pecinta Budaya dan Busana Nusantara serta Pemerhati Budaya, memandang penghargaan tersebut sebagai dorongan untuk terus menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Banyumas dan Nusantara.


“Penghargaan ini menjadi tambahan semangat bagi saya untuk terus bergerak, berkarya dan ikut menjaga serta mengenalkan budaya dan busana Nusantara, khususnya dari Banyumas,” katanya.


Dari unsur Pemerintah Kabupaten Banyumas, Ir. Junaidi, MT, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, hadir mewakili Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono sekaligus menyerahkan penghargaan.


Junaidi menilai kekuatan Banyumas tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada manusia dan gagasan yang mampu mengubah potensi menjadi peluang.


Menurutnya, semakin kuat Banyumas dikenal, semakin terbuka pula peluang di sektor pariwisata, investasi, pendidikan, seni budaya, olahraga, perdagangan dan ekonomi kreatif.


Karena itu, penghargaan terhadap 10 perempuan tersebut memiliki makna lebih jauh dari sekadar seremoni. Piagam menjadi simbol, sementara pengabdian adalah prestasinya.


Di tengah agenda Banyumas menuju 2030, perempuan tidak lagi cukup diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan. Mereka adalah penggerak, penjaga nilai, pencipta peluang sekaligus produsen gagasan.


Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026 akhirnya menegaskan satu hal: masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang dibuat di ruang pemerintahan, tetapi juga oleh gagasan dan kerja nyata masyarakat yang tumbuh dari bawah.


Dan sepuluh perempuan penerima penghargaan itu telah menunjukkan bahwa pembangunan memiliki wajah manusia—dan salah satunya adalah perempuan yang memilih untuk terus bergerak. (wpas)

0

Posting Komentar