BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Prestasi softball tidak lahir hanya dari pertandingan, tetapi dari kualitas ilmu yang diwariskan pelatih kepada atlet. Kesadaran itulah yang mendorong PERBASASI Kabupaten Banyumas menggelar Coaching Clinic Softball 2026, Sabtu (29/8/2026), di Gedung Prof. Baedhowi Lantai 2 dan Lapangan Mas Mansoer UMP.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelatih, guru olahraga, dan tenaga teknis sekaligus memperkuat fondasi pembinaan softball di Banyumas.
Ketua Umum KONI Banyumas Arie Suprapto, melalui Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Humas Media KONI Banyumas, Yoga Sugama, SE, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, coaching clinic merupakan investasi jangka panjang karena softball menuntut perpaduan teknik, strategi, kecepatan, kekompakan, mental, dan sportivitas.
“Banyumas punya potensi atlet yang besar, tetapi potensi itu harus dibarengi metodologi kepelatihan yang benar, modern, dan berstandar.”
KONI Banyumas menilai peningkatan kualitas pelatih lokal menjadi salah satu kunci agar pembinaan tidak bergantung pada sumber daya dari luar daerah. Dari sana, regenerasi atlet diharapkan lebih terarah untuk menghadapi Porprov, Kejurnas, hingga kompetisi level nasional.
Di sisi lain, Ketua Umum PERBASASI Banyumas Dr. Untung Gunarto, Sp.N(K), M.M., Medtr, melalui Ketua Panitia Dewa Ngakan Putu Satria Wibawa, SE, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda pembinaan yang secara rutin dikembangkan PERBASASI Banyumas.
PERBASASI Banyumas yang mulai aktif sejak sekitar 2019 juga konsisten menggelar Kejurkab. Pada ajang praporprov sebelumnya, Banyumas telah ambil bagian meski belum berhasil melangkah ke Porprov.
Target berikutnya bukan sekadar memperbanyak pertandingan, melainkan memperluas basis pemain, terutama kalangan SMP dan SMA, agar softball dan baseball memiliki regenerasi yang berkelanjutan hingga tingkat Karesidenan Banyumas.
Dari Lampung, Membawa Ilmu Nasional
Coaching clinic menghadirkan Verry Kasyoga, pelatih sekaligus mantan atlet nasional, sebagai narasumber. Pengalamannya menjadi bagian penting dalam transfer pengetahuan kepada insan softball Banyumas.
Verry mengawali karier bersama klub Mohicans pada 2005 dan kemudian menembus level nasional. Ia pernah memperkuat Indonesia pada SEA Games 2011 di Palembang dan meraih medali perak.
Pengalamannya tidak berhenti sebagai atlet. Verry kemudian menekuni dunia kepelatihan dan pernah terlibat dalam pembinaan tim nasional baseball putri Indonesia, termasuk pada level kejuaraan Asia.
Pesan yang dibawanya sederhana tetapi strategis: pembinaan baseball dan softball Indonesia tidak boleh terkonsentrasi hanya di sejumlah daerah yang selama ini menjadi pusat kekuatan.
“Harus ada peningkatan dari setiap daerah, supaya muncul bibit-bibit baru di Indonesia,” ujarnya.
Verry menilai pemerataan ilmu kepelatihan menjadi bagian penting untuk memperluas ekosistem olahraga tersebut. Ia menyebut pengalaman memberikan pelatihan di sejumlah daerah seperti Samarinda, Bandar Lampung, Jakarta, dan Palembang sebagai bukti bahwa transfer ilmu harus terus bergerak ke berbagai wilayah.
Bagi Banyumas, coaching clinic ini bukan sekadar agenda sehari. Ia menjadi investasi pengetahuan—dari pelatih kepada pelatih, dari pengalaman nasional kepada daerah, dan pada akhirnya dari daerah kepada generasi atlet berikutnya.
Sebab dalam olahraga prestasi, medali memang diperebutkan di lapangan, tetapi fondasi kemenangan dibangun jauh sebelum pertandingan dimulai. (wpas)








Posting Komentar