74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Transformasi Digital di SMPN 1 Karanglewas, AI Percepat Kinerja Guru Tanpa Menggeser Perannya


BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Transformasi digital di dunia pendidikan tidak lagi sekadar menjadi wacana. SMP Negeri 1 Karanglewas, Kabupaten Banyumas, menunjukkan langkah nyata dengan mengoptimalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui Microsoft Copilot sebagai pendamping kerja guru dan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.


Komitmen tersebut disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas, Dwi Riyani Darma Setianingsih, S.Pd., M.Pd., saat ditemui awak media di lingkungan sekolah, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, pemanfaatan teknologi AI menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja yang lebih efektif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


"Copilot membantu kami bekerja lebih cepat, lebih efektif, dan lebih kreatif. Teknologi ini bukan pengganti guru, tetapi mitra yang memperkuat profesionalisme pendidik dalam memberikan layanan pendidikan terbaik," ujar Dwi Riyani.


Ia menjelaskan, Microsoft Copilot kini dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan akademik dan manajerial, mulai dari penyusunan presentasi pembelajaran, pembuatan laporan sekolah, supervisi akademik, hingga materi sosialisasi berbagai program pendidikan.


Perubahan paling terasa, lanjutnya, terjadi pada efisiensi waktu. Jika sebelumnya guru membutuhkan waktu berjam-jam untuk merancang bahan presentasi secara manual—mulai dari menyusun materi, mencari ilustrasi, membuat infografis, hingga mendesain tampilan visual—kini seluruh proses tersebut dapat diselesaikan sekitar 90 menit dengan dukungan AI.


Efisiensi tersebut memberi ruang lebih besar bagi guru untuk memusatkan perhatian pada aspek yang lebih substansial, seperti penguatan strategi pembelajaran, pendampingan peserta didik, serta pengembangan mutu sekolah secara berkelanjutan.


"Waktu yang sebelumnya habis untuk pekerjaan teknis kini dapat kami alihkan untuk memperkuat strategi pembelajaran, membimbing peserta didik, serta meningkatkan mutu sekolah," katanya.


Dalam praktiknya, Copilot juga mampu membantu menghasilkan infografis, merancang tata letak visual, hingga menyusun ringkasan materi yang komunikatif sehingga penyampaian materi pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami siswa.


Meski demikian, Dwi Riyani menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak dapat menggantikan tanggung jawab profesional seorang guru. Setiap informasi maupun materi yang dihasilkan AI tetap harus melalui proses verifikasi agar akurat, relevan, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.


"Keberhasilan transformasi digital tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi oleh kebijaksanaan penggunanya. Guru tetap wajib memeriksa kebenaran informasi agar materi sesuai tujuan pembelajaran," tegasnya.


Menurutnya, pemanfaatan AI bukan sekadar meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga menjadi momentum membangun budaya inovasi serta literasi digital di lingkungan sekolah. Para pendidik didorong terus meningkatkan kompetensi teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, inspiratif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.


Bagi SMP Negeri 1 Karanglewas, transformasi digital merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kemampuan berpikir kritis.


"Kami ingin sekolah menjadi ruang tumbuh yang memadukan kecerdasan manusia, akhlak mulia, dan kemajuan teknologi. Dengan ikhtiar, ilmu, dan doa, insyaallah pendidikan akan semakin berkualitas dan memberi manfaat bagi generasi masa depan," pungkas Dwi Riyani.


Langkah SMP Negeri 1 Karanglewas ini menjadi contoh bahwa adopsi teknologi AI di dunia pendidikan tidak semata-mata mengejar kecepatan kerja, melainkan membangun ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif, humanis, dan berkelanjutan. Di tengah percepatan transformasi digital, kolaborasi antara kompetensi guru dan kecerdasan buatan menjadi fondasi penting untuk melahirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. (wpas)

0

Posting Komentar