BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Upaya membangun masyarakat yang sehat tidak lagi dipandang sebatas peningkatan layanan medis. Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas mendorong pendekatan yang lebih menyeluruh dengan mengintegrasikan kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual sebagai fondasi pembangunan daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Sarasehan Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Banyumas bertema "Komitmen Bersama Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Banyumas yang Lebih Sehat" yang digelar di Pendopo Si Panji Purwokerto, Jumat (24/7/2026). Kegiatan dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Sekretaris Daerah Agus Nur Hadie, Ketua MUI Kabupaten Banyumas Taefur Arafat, pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pemuda, pengurus MUI tingkat kabupaten hingga kecamatan, serta sekitar 200 peserta.
Sarasehan menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah, ulama, dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi menghadapi tantangan kesehatan sekaligus persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam laporannya, Prof. Dr. Fauzi menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat serta pencegahan berbagai persoalan sosial, termasuk HIV/AIDS.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur. Kualitas sumber daya manusia yang sehat serta lingkungan sosial yang kondusif merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan.
"Langkah ini sangat relevan dan sejalan dengan visi Bupati Banyumas untuk mewujudkan Banyumas PAS (Produktif, Adil, dan Sejahtera)," ujarnya.
Sarasehan juga menghadirkan paparan dari Ketua Komisi Penanggulangan AIDS mengenai perkembangan kasus HIV/AIDS beserta strategi pencegahannya, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan deklarasi komitmen bersama sebagai bentuk penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Ketua MUI Kabupaten Banyumas Taefur Arafat menegaskan bahwa MUI akan terus menjalankan fungsi edukasi, pembinaan umat, dan kemitraan strategis dengan pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat secara utuh.
Ia menilai berbagai persoalan sosial memerlukan pendekatan yang mengedepankan pendidikan, penguatan nilai moral, serta peningkatan kepedulian masyarakat agar mampu mencegah munculnya berbagai risiko kesehatan maupun penyimpangan sosial.
"Edukasi dan pengusulan regulasi ini adalah bentuk komitmen melindungi masyarakat dari bahaya fisik maupun spiritual. MUI akan terus mendampingi umat dan bermitra dengan pemerintah demi kebaikan bersama," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa keberhasilan menciptakan masyarakat sehat harus dimulai dari penguatan keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
Ia mengungkapkan pemerintah akan menginisiasi forum lintas agama untuk memperkuat kerja sama dalam membangun karakter generasi muda serta mencegah berbagai persoalan sosial sejak dini.
"Seluruh agama sepakat menjaga nilai moral kehidupan bermasyarakat. Kami berharap dapat memfasilitasi seluruh pemeluk agama untuk bersama-sama melindungi umat dan generasi muda dari penyimpangan perilaku sosial," kata Sadewo.
Bupati juga mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kajian penerapan kembali materi Budi Pekerti di tingkat Sekolah Dasar. Menurutnya, pendidikan agama dan budi pekerti memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk generasi yang berintegritas.
"Pendidikan agama lebih menekankan hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan Budi Pekerti berfokus pada hubungan sesama manusia dan etika sosial," jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan mengkaji penyusunan regulasi yang mendukung implementasi pendidikan karakter tersebut agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Banyumas, membangun masyarakat sehat merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga berperan membangun komunikasi yang baik dengan anak, sekolah memperkuat pendidikan karakter dan literasi kesehatan, tokoh agama menanamkan nilai moral, sementara pemerintah memastikan layanan kesehatan dan pendampingan masyarakat berjalan optimal.
Melalui sarasehan ini, Banyumas menegaskan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga oleh kuatnya ketahanan keluarga, karakter generasi muda, kepedulian sosial, serta sinergi seluruh komponen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, adil, dan sejahtera. (wpas)






Posting Komentar