BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Hari pertama masuk sekolah di SD Negeri Ledug, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, menghadirkan suasana yang berbeda. Sekolah yang dikenal sebagai salah satu SD berprestasi di wilayah tersebut menyambut 106 peserta didik baru melalui rangkaian penyambutan kreatif yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna pendidikan.
Iringan drum band yang dimainkan langsung oleh para guru menjadi pembuka penyambutan. Alunan musik penuh semangat mengantar para siswa memasuki lingkungan sekolah untuk pertama kalinya, disusul barisan guru yang berdiri di sepanjang halaman sekolah memberikan salam, senyum, dan sapaan hangat kepada setiap anak beserta orang tua mereka. Kemeriahan semakin lengkap dengan penyalaan kembang api yang menciptakan momen penuh kegembiraan sekaligus menjadi pengalaman pertama yang membekas bagi para siswa baru.
Kepala SD Negeri Ledug, Prasetiya Rini, S.Pd., menjelaskan panitia Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ajaran 2026/2027 menerima 106 siswa yang dibagi ke dalam empat rombongan belajar. Seluruh peserta didik resmi diterima pada Rabu (8/7/2026) dan dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13–17 Juli 2026.
Menurutnya, pembagian empat rombongan belajar dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung lebih efektif sekaligus memberikan pelayanan pendidikan yang optimal kepada seluruh peserta didik.
"Pembagian tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif serta memberikan pelayanan pendidikan yang optimal bagi seluruh peserta didik," ujarnya.
Prasetiya Rini menegaskan, penyambutan yang dirancang penuh kehangatan merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun pengalaman belajar yang menyenangkan sejak hari pertama. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kenyamanan, serta motivasi belajar anak-anak saat memasuki jenjang pendidikan dasar.
Setelah prosesi penyambutan, para siswa bersama orang tua dipersilakan melihat pengumuman pembagian kelas. Selanjutnya mereka memasuki ruang belajar untuk mengenal lingkungan sekolah, wali kelas, serta teman-teman baru sebagai awal membangun interaksi positif di lingkungan pendidikan.
Antusiasme juga datang dari para orang tua. Atin Rahmawati, orang tua Nabihan Ali Zhain, mengaku terkesan dengan konsep penyambutan yang disiapkan sekolah.
Menurutnya, SD Negeri Ledug memiliki reputasi sebagai sekolah unggulan yang konsisten menorehkan berbagai prestasi akademik maupun nonakademik. Reputasi tersebut menjadi salah satu alasan utama dirinya mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah tersebut, selain faktor lokasi yang dekat dengan tempat tinggal.
"SD Ledug ini SD unggulan, sering berprestasi dan banyak juara, sehingga saya memasukkan anak saya sekolah di sini. Selain itu rumah saya juga tidak jauh dari sekolah ini," katanya.
Penyambutan yang humanis tersebut menunjukkan bahwa prestasi sebuah sekolah tidak hanya diukur dari banyaknya piala yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya membangun budaya pendidikan yang ramah anak. Ketika guru menjadi pihak pertama yang menyambut dengan senyum, musik, dan semangat, sekolah sesungguhnya sedang menanamkan fondasi penting: bahwa belajar adalah pengalaman yang membahagiakan sejak langkah pertama memasuki gerbang pendidikan. (wpas)





Posting Komentar