74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

17 PAC Muslimat Bersatu dalam IJTABA, Gus Luqman Tekankan Militansi dan Kompetensi


BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Suasana Pendopo SiPanji Kabupaten Banyumas dipenuhi semangat kebangkitan saat ratusan kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari 17 anak cabang mengikuti Pengajian dan Pengukuhan IJTABA (Ikatan Jam'iyyah), Minggu (12/7/2026). Momentum itu menjadi panggung konsolidasi sekaligus penyegaran semangat organisasi yang menekankan pentingnya kapasitas intelektual, militansi, serta orientasi kemanfaatan bagi umat.


Orasi paling menyita perhatian datang dari mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Banyumas periode 2020–2025, Mohamad Luqman Miftahul atau Gus Luqman. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan inspiratif, ia mengajak kader Muslimat menjadi perempuan tangguh yang tidak hanya kuat dalam tradisi keagamaan, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan dan kepemimpinan.


Mengutip pemikiran Imam Ghazali, Gus Luqman menegaskan bahwa kualitas kader tidak diukur dari popularitas ataupun kedekatan dengan kekuasaan, melainkan dari kompetensi dan kesadaran dalam memanfaatkan ilmu untuk kemaslahatan.


"Kader yang baik adalah kader yang kompeten, punya ilmu, dan sadar bahwa dirinya memiliki ilmu sehingga tahu bagaimana menggunakannya agar membawa keberkahan dan manfaat," tegasnya di hadapan peserta.


Ia mengingatkan bahwa organisasi tidak boleh diisi oleh orang-orang yang berjalan tanpa visi. Sebaliknya, organisasi harus dihuni kader yang memiliki arah perjuangan, disiplin terhadap aturan, serta mampu menjawab tantangan zaman.


Dalam kesempatan itu, Gus Luqman juga meluruskan persepsi mengenai kehadiran IJTABA. Menurutnya, wadah tersebut bukan organisasi tandingan Muslimat NU, melainkan ruang konsolidasi kader untuk memperkuat semangat pengabdian.


"IJTABA bukan Muslimat tandingan. Ini bagian dari Muslimat yang ingin menghadirkan ghirah kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat," ujarnya.


Ia kemudian mengajak seluruh kader menjadikan nilai-nilai Surat Ali Imran ayat 134 sebagai landasan gerakan, yakni terus memberi manfaat dalam keadaan lapang maupun sempit.


Menurutnya, kader NU masa kini memikul dua amanah besar: menjaga tradisi amaliah seperti tahlilan, mitoni, dan kegiatan rutin organisasi, sekaligus melakukan transformasi melalui inovasi serta penguatan kapasitas agar tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.


"Jadilah wanita tangguh dengan pola pikir yang luar biasa tanpa meninggalkan amaliah-amaliah baik. Kader hebat bukan yang paling terkenal, tetapi yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain," pesannya yang disambut tepuk tangan peserta.


Usai acara, Gus Luqman kembali menegaskan bahwa IJTABA lahir bukan untuk membangun organisasi baru. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana menyatukan visi, membangun kembali gairah organisasi, dan memperkuat gerakan pasca dinamika Konferensi Cabang Muslimat NU Banyumas.


Ia berharap seluruh kader tetap menjaga kebersamaan dalam jam'iyah, mematuhi mekanisme organisasi, dan menjadikan kemanfaatan masyarakat sebagai tujuan utama perjuangan.


Sementara itu, Ketua IJTABA Kabupaten Banyumas, Nurul Bahiyah, mengungkapkan organisasi telah menyiapkan enam bidang kerja, meliputi organisasi, pendidikan, ekonomi, keagamaan, peningkatan kapasitas organisasi, serta kemanusiaan.


Menurutnya, seluruh program akan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menyebut gerakan sosial yang telah dilakukan jajaran PAC dan ranting berhasil menyalurkan santunan dengan total nilai mencapai lebih dari Rp5,1 miliar.


Penasehat IJTABA, Hj. Khasanatul Mufidah, menambahkan bahwa 17 anak cabang yang bergabung memiliki visi yang sama, yakni menghadirkan Muslimat NU Banyumas yang lebih visioner, adaptif, dan berdampak.


Ia mengatakan, setelah pengukuhan, agenda terdekat adalah peningkatan kapasitas pengurus melalui program upgrading, disusul pemetaan berbagai potensi kader, terutama pada sektor ekonomi agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga Muslimat.


Menyinggung wacana musyawarah luar biasa terkait kepengurusan Muslimat NU Banyumas, Khasanatul menyatakan pihaknya tetap mengedepankan iktikad baik serta membuka ruang dialog bersama PCNU, PW Muslimat NU, dan PP Muslimat NU.


Menurutnya, yang terpenting adalah menjaga persatuan serta memastikan seluruh energi organisasi tetap diarahkan untuk menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.


Pengukuhan IJTABA pun menjadi lebih dari sekadar seremoni organisasi. Ia menjelma sebagai perayaan optimisme, ruang konsolidasi gagasan, sekaligus penegasan bahwa kekuatan kader Muslimat tidak hanya bertumpu pada loyalitas terhadap tradisi, tetapi juga pada keberanian bertransformasi demi menghadirkan perubahan yang nyata bagi masyarakat. (wpas)

Posting Komentar

Posting Komentar