BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) membangun jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat kerelawanan sejak usia muda. Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Youth Volunteer Leadership Camp (YVLC) VII Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Kabupaten Banyumas 2026 di Taman Langit Baturraden, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 253 peserta dari 127 unit PMR tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Banyumas itu menjadi ruang pembinaan karakter sekaligus penguatan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi relawan yang adaptif menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Dalam sambutannya, Sadewo menegaskan YVLC bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan wahana pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi calon pemimpin masa depan.
"Youth Volunteer Leadership Camp bukanlah acara biasa. Ini adalah medan latihan kepemimpinan, tempat kalian belajar menjadi pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga berani bertindak, tulus memberi, dan tangguh menghadapi tantangan zaman," ujarnya.
Menurutnya, dunia kini menghadapi beragam persoalan, mulai dari krisis iklim, pandemi, bencana alam, kesenjangan sosial hingga disrupsi teknologi. Di tengah situasi tersebut, kehadiran generasi muda yang memiliki kepedulian dan semangat melayani menjadi kebutuhan penting.
"Di tengah semua itu muncul pertanyaan, siapa yang peduli, siapa yang siap membantu, dan siapa yang berani tampil? Jawabannya adalah relawan. Relawan seperti kalian yang sejak muda sudah terbiasa melayani, memberi, dan mencintai tanpa syarat," kata Sadewo.
Ia menegaskan PMR merupakan bagian dari Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, organisasi kemanusiaan terbesar di dunia. Karena itu, setiap anggota PMR memiliki tanggung jawab menumbuhkan budaya tolong-menolong, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Sadewo menitipkan tiga pesan kepada seluruh peserta. Pertama, membangun kepemimpinan sejak dini dengan berani mengambil tanggung jawab dan memulai dari tindakan sederhana seperti disiplin, membantu sesama, serta menginisiasi kegiatan positif.
Kedua, menumbuhkan kepedulian dan ketangguhan sebagai bekal menghadapi kehidupan. Ia menekankan keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan memberi manfaat bagi orang lain.
Ketiga, menjaga persatuan dan semangat gotong royong. Meski berasal dari sekolah dan latar belakang yang berbeda, seluruh peserta dipersatukan oleh nilai-nilai kemanusiaan.
"Kalian bukan generasi rebahan, tetapi generasi perubahan. Kalian bukan penonton masa depan, melainkan pelaku peradaban," tegasnya.
Sadewo juga memberikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Banyumas beserta seluruh relawan yang terus konsisten membina generasi muda melalui berbagai program kepalangmerahan.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Banyumas Nungky Harry Rachmat mengatakan YVLC merupakan program strategis untuk melahirkan kader muda yang memiliki kepemimpinan, karakter kemanusiaan, kemampuan berorganisasi, serta semangat kerelawanan.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema "Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Meningkatkan Kualitas PMR yang Unggul" sebagai komitmen membentuk pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat melayani.
YVLC VII berlangsung selama tiga hari, 7–9 Juli 2026, dengan peserta terdiri atas 147 anggota PMR Madya dan 106 anggota PMR Wira. Selama pelaksanaan, peserta mengikuti pembelajaran berbasis experiential learning melalui diskusi, simulasi, dinamika kelompok, hingga praktik lapangan.
Berbagai materi disampaikan oleh narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Universitas Jenderal Soedirman, dan PMI Banyumas. Selain itu, peserta memperoleh penguatan kompetensi kepalangmerahan meliputi pertolongan pertama, pendidikan remaja sebaya, perawatan keluarga, hingga uji kecakapan PMR.
Nungky menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum regenerasi organisasi melalui pemilihan Koordinator FORPIS Kabupaten Banyumas beserta koordinator FORPIS korwil masa bakti 2026–2027.
"Kami berharap proses ini mampu melahirkan pemimpin muda yang visioner, mampu merangkul seluruh unit PMR, sekaligus menjadi motor penggerak pembinaan PMR di Kabupaten Banyumas," ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta memanfaatkan YVLC sebagai ruang belajar, memperluas jejaring antarsekolah, sekaligus memperkuat komitmen mengabdi kepada masyarakat.
"Jangan hanya pulang membawa sertifikat, tetapi pulanglah membawa semangat baru, karakter yang lebih kuat, keterampilan yang lebih baik, dan komitmen yang lebih besar untuk mengabdi kepada sesama," tutupnya. (wpas)






Posting Komentar