BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Stasiun bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang. Bagi tiga Railfans Cilik, Sabtu (11/7), Stasiun Purwokerto berubah menjadi ruang belajar terbuka yang memperkenalkan dunia perkeretaapian dari balik layar. Melalui program Rail Academy, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto menghadirkan pengalaman edukatif yang mengajak anak-anak memahami bahwa perjalanan kereta api merupakan hasil kerja kolektif berbagai profesi yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, dan pelayanan prima.
Tiga peserta terpilih, yakni Radiant Medica (12), Annajma Nadhifa Zahratu (12), dan Altha Fariz Fadil (7), memperoleh kesempatan langka menyusuri berbagai area operasional Stasiun Purwokerto. Sebelum kegiatan dimulai, KAI Daop 5 Purwokerto memberikan sertifikat penghargaan serta voucher tiket kereta api kelas eksekutif sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme mereka dalam mengenal dunia transportasi rel.
Pembelajaran dimulai dari area pelayanan pelanggan. Para peserta dikenalkan pada mekanisme pembelian tiket di loket, fungsi Customer Service, hingga berbagai layanan informasi yang menjadi garda terdepan dalam memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa kereta api.
Materi kemudian berlanjut pada pengenalan inovasi digital melalui Face Recognition Boarding Gate. Teknologi pemindaian wajah tersebut diperkenalkan sebagai bagian dari transformasi pelayanan KAI yang memungkinkan proses boarding berlangsung lebih cepat, praktis, dan efisien tanpa mengurangi aspek keamanan.
Tidak berhenti pada layanan pelanggan, Rail Academy juga membuka akses bagi peserta untuk melihat langsung pusat-pusat operasional yang selama ini jarang diketahui masyarakat. Mereka mengunjungi Pos Kesehatan, ruang Pengawas Peron, area Pintu Barat Stasiun Purwokerto, hingga Depo Sarana. Di setiap lokasi, anak-anak memperoleh penjelasan mengenai kesiapan sarana, tanggung jawab petugas operasional, serta sistem kerja yang memastikan setiap perjalanan kereta berlangsung aman dan tepat waktu.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, mengatakan Rail Academy merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan edukasi publik yang menarik sekaligus membangun literasi transportasi sejak usia dini.
"Kereta api bukan hanya tentang perjalanan dari satu kota ke kota lain, tetapi juga tentang kolaborasi banyak profesi yang bekerja dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan setiap perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu. Melalui Rail Academy, kami ingin mengajak anak-anak mengenal proses tersebut secara langsung sehingga tumbuh rasa cinta sekaligus kepedulian terhadap dunia perkeretaapian," ujarnya.
Menurut As'ad, kegiatan ini juga menjadi media untuk memperkenalkan transformasi pelayanan KAI yang terus berkembang, mulai dari digitalisasi layanan pelanggan hingga peningkatan fasilitas di stasiun.
Ia berharap pengalaman tersebut mampu menumbuhkan rasa ingin tahu yang berkelanjutan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan dan penggunaan transportasi publik.
"Kami berharap pengalaman ini menjadi momen yang berkesan bagi para peserta. Dari rasa ingin tahu yang sederhana, semoga tumbuh semangat untuk terus belajar, mencintai transportasi publik, serta memahami pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan kereta api. KAI Daop 5 Purwokerto akan terus menghadirkan program-program edukatif yang mendekatkan perusahaan dengan masyarakat," tambahnya.
Di tengah pesatnya transformasi layanan berbasis teknologi, Rail Academy menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya diwujudkan melalui digitalisasi, tetapi juga melalui investasi pada pendidikan publik. Dengan mempertemukan anak-anak secara langsung dengan lingkungan kerja perkeretaapian, KAI membangun pemahaman bahwa setiap perjalanan kereta merupakan hasil sinergi berbagai profesi, disiplin tinggi, serta budaya keselamatan yang menjadi fondasi utama transportasi modern.
Melalui pendekatan edukatif yang interaktif, KAI Daop 5 Purwokerto tidak hanya memperkenalkan profesi di dunia perkeretaapian, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kolaborasi, serta kecintaan terhadap transportasi publik. Program ini menjadi contoh bagaimana ruang pelayanan publik dapat bertransformasi menjadi wahana pembelajaran yang relevan bagi generasi muda sekaligus memperkuat kedekatan antara perusahaan dan masyarakat. (wpas)






Posting Komentar