74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Hari Kelima Pencarian di Bukit Tobong Masih Nihil, Tim SAR Perluas Penyisiran Hutan dan Tebing Curam


BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Operasi pencarian terhadap Museni (72), lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Bukit Tobong, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, memasuki hari kelima tanpa hasil. Hingga Senin (6/7/2026), tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan warga Dusun Tunjungmulih tersebut meski area pencarian terus diperluas dengan berbagai metode.


Komandan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap, Amin Riyanto, mengatakan strategi pencarian pada hari kelima difokuskan pada dua sektor utama yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi.


"Satuan Rescue (SRU) 1 melakukan penyisiran menuju kawasan Hutan Bukit Tobong dengan bantuan anjing pelacak dari Polres Purbalingga. Sementara SRU 2 menyisir aliran sungai di dalam hutan serta menelusuri tebing-tebing curam yang sulit dijangkau," ujar Amin Riyanto kepada wartawan, Senin (6/7/2026).


Upaya tersebut menjadi bagian dari evaluasi harian tim SAR gabungan untuk mempersempit area pencarian berdasarkan karakteristik medan dan kemungkinan pergerakan korban.


Museni diketahui terakhir kali memasuki kawasan Hutan Bukit Tobong pada Rabu (1/7/2026). Setelah tidak kunjung pulang, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut. Laporan diterima Unit Siaga SAR Banyumas pada Kamis (2/7/2026) dan segera diteruskan ke Kantor SAR Cilacap untuk dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.


Sejak operasi dimulai, puluhan personel SAR gabungan dari berbagai unsur terus melakukan penyisiran darat dengan mengedepankan keselamatan personel mengingat kondisi medan yang ekstrem.


Menurut Amin Riyanto, tantangan terbesar bukan hanya luasnya kawasan hutan, tetapi juga minimnya petunjuk yang dapat dijadikan acuan pencarian.


"Minim saksi yang mengetahui keberadaan korban, vegetasi hutan yang sangat rapat, serta kontur perbukitan yang curam menjadi kendala utama. Setiap sektor harus diperiksa secara teliti sehingga membutuhkan waktu lebih lama," jelasnya.


Selain menyulitkan mobilitas personel, rapatnya vegetasi juga membatasi jarak pandang tim di lapangan. Kondisi tersebut mengharuskan penyisiran dilakukan secara perlahan dan sistematis agar tidak ada area yang terlewat.


Meski hasil pencarian hingga hari kelima masih nihil, Basarnas memastikan operasi belum dihentikan. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan pencarian pada hari keenam, Selasa (7/7/2026), dengan pola operasi dua SRU dan evaluasi terhadap titik-titik yang belum terjangkau.


"Kami tetap berupaya maksimal dan berharap Museni dapat segera ditemukan. Seluruh unsur SAR akan terus bekerja sesuai prosedur operasi pencarian," kata Amin.


Basarnas juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan Hutan Bukit Tobong maupun wilayah sekitarnya agar segera melapor kepada aparat atau Posko SAR apabila melihat atau memperoleh informasi yang berkaitan dengan keberadaan Museni.


Memasuki hari kelima, operasi pencarian kini berpacu dengan waktu. Sinergi lintas instansi, dukungan masyarakat, serta ketelitian dalam menyisir setiap jengkal kawasan hutan menjadi faktor penting untuk membuka peluang ditemukannya korban di tengah medan yang semakin menantang. (wpas)

Posting Komentar

Posting Komentar