BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Puluhan peserta Kursus Mahir Lanjutan (KML) untuk golongan Siaga dan Penggalang mendapatkan pembekalan ilmu jurnalistik dalam rangkaian pendidikan yang diselenggarakan Pusdiklatcab Kendalisada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyumas. Materi tersebut diberikan di Pendopo Bumi Perkemahan Kendalisada, Kalibagor, Jumat (20/6/2026).
KML yang berlangsung sejak Rabu (17/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026) itu diikuti 50 pembina Pramuka dari berbagai gugus depan di seluruh kwartir ranting se-Kwarcab Banyumas.
Kepala Pusdiklatcab Kendalisada Kwarcab Banyumas, Kak Yusup Supriyadi, SH, mengatakan materi jurnalistik diberikan untuk membekali para pembina dengan kemampuan mendokumentasikan sekaligus mempublikasikan kegiatan kepramukaan secara lebih efektif.
“Fokusnya pada teknik reportase dan penulisan berita yang sangat berguna untuk publikasi kegiatan gugus depan melalui media sosial maupun situs resmi lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan slogan yang pernah digaungkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yakni Setiap Pramuka adalah Kantor Berita. Artinya, setiap anggota Pramuka didorong menjadi agen informasi yang aktif menyebarkan berita positif dan mendokumentasikan berbagai kegiatan kepramukaan, aksi kemanusiaan, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Setiap Pramuka adalah pewarta. Mereka harus mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk membangun citra positif Gerakan Pramuka,” katanya.
Materi “Teknik Reportase dan Penulisan Berita” disampaikan Andalan Cabang Urusan Dokumentasi Kwarcab Banyumas, Parsito. Ia menekankan pentingnya publikasi sebagai sarana membangun citra positif sekaligus menciptakan jejak digital yang akan menjadi arsip berharga di masa mendatang.
Menurutnya, setiap kegiatan pendidikan dan pelatihan Pramuka mengandung nilai edukatif yang layak diketahui masyarakat luas. Karena itu, para pembina dituntut mampu menjelaskan makna di balik setiap aktivitas kepramukaan.
“Tradisi tepuk tangan dalam Pramuka melatih kekompakan dan semangat. Kemah melatih kemandirian, tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama. Ketika informasi itu disampaikan kepada masyarakat, berarti para pembina ikut mempramukakan orang yang belum Pramuka,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa publikasi merupakan bagian dari syiar kepramukaan karena setiap kegiatan memiliki nilai dan cerita yang patut disebarluaskan. Apabila belum mampu menembus media massa arus utama, para pembina diharapkan memanfaatkan media sosial pribadi, akun gugus depan, maupun situs resmi Kwarcab Banyumas.
“Kita harus melek media. Jangan sampai kegiatan yang bagus justru sepi publikasi. Mari sebarkan semangat Pramuka melalui tulisan dan gambar,” ujarnya.
Parsito juga mengingatkan pentingnya kaidah jurnalistik dengan memperhatikan unsur 5W+1H. Sebelum menulis, para pembina dianjurkan melakukan reportase atau wawancara agar informasi yang disajikan lengkap dan akurat.
Salah seorang peserta dari Kwarran Ajibarang, Kak Rina, mengaku materi tersebut sangat bermanfaat bagi para pembina.
“Ternyata menulis berita itu mudah kalau tahu polanya. Ilmunya langsung bisa kami terapkan untuk publikasi kegiatan di gugus depan,” katanya.
Melalui pembekalan ini, Kwarcab Banyumas berharap lahir para pembina yang tidak hanya terampil mendidik peserta didik di lapangan, tetapi juga cakap menyampaikan nilai-nilai kepramukaan kepada masyarakat melalui media. (wpas)






Posting Komentar