74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Baru 13,5 Persen ASN Terlibat, Bupati Dorong Perluasan Program SALIN ASLIMAS


 

BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Program SALIN ASLIMAS yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyumas terus didorong menjadi gerakan kolektif untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan sektor informal. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) mengambil peran nyata dengan memfasilitasi sedikitnya satu pekerja rentan di lingkungan masing-masing.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Komitmen Program SALIN ASLIMAS dan Optimalisasi Pembayaran ZIS yang diikuti kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji, Senin (22/6/2026).

Sadewo mengungkapkan, tingkat Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Banyumas masih tergolong rendah. Pada 2025, capaian UCJ baru mencapai 37,92 persen sehingga sekitar 62,08 persen pekerja, terutama dari kelompok rentan dan informal, belum memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Gerakan kolektif ini sudah menunjukkan hasil, namun masih membutuhkan kerja keras bersama,” kata Sadewo.

Dari sekitar 14.685 ASN yang berpotensi terlibat, baru 1.976 orang atau 13,5 persen yang aktif mendukung Program SALIN ASLIMAS. Karena itu, ia menegaskan kepedulian terhadap pekerja rentan harus diwujudkan melalui aksi nyata.

“Saya mengajak seluruh ASN berpartisipasi aktif dengan memfasilitasi minimal satu pekerja rentan atau informal di sekitar masing-masing,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto, mengatakan rendahnya capaian UCJ yang masih berada di kisaran 37 persen dari target 47 persen menjadi alasan lahirnya program tersebut.

“Masih ada sekitar 4.000 pekerja informal yang belum terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Ini menjadi pekerjaan bersama untuk membangun komitmen, kepedulian, dan empati kepada pekerja rentan,” katanya.

Melalui Program SALIN ASLIMAS, ASN dapat mengusulkan pekerja rentan melalui PIC Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing instansi. Perlindungan yang diberikan mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Wahyu menjelaskan, skema program dimulai dari pembayaran zakat ASN melalui Baznas Kabupaten Banyumas. Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membiayai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan sehingga mereka beserta keluarganya memperoleh jaminan perlindungan.

Hingga 21 Juni 2026, jumlah usulan pekerja yang masuk mencapai 2.567 orang, sedangkan 1.065 pekerja telah berstatus aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Program SALIN ASLIMAS atau ASN Lindungi Pekerja Rentan Banyumas diluncurkan pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei 2026. Berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Purwokerto dan Baznas Kabupaten Banyumas, program berbasis gotong royong tersebut diharapkan mampu memperluas perlindungan sosial sekaligus meningkatkan rasa aman dan kesejahteraan pekerja rentan di Banyumas. (wpas)

0

Posting Komentar