74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

HMI Purwokerto Desak BI Ambil Langkah Konkret Selamatkan Rupiah

 

Suasana audiensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwokerto dengan perwakilan Bank Indonesia di kantor perwakilan BI Purwokerto, Jum'at (19/6/2026). (Foto : Dok. HMI Cabang Purwokerto)

BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwokerto melayangkan kritik kepada Bank Indonesia (BI) menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai masih berlanjut sepanjang 2026. Dalam audiensi dengan perwakilan BI Purwokerto, Jumat (19/6/2026), HMI mendesak otoritas moneter mengambil langkah yang lebih konkret untuk memulihkan kepercayaan pasar.


Dalam pertemuan tersebut, BI memaparkan tujuh strategi stabilisasi yang tengah dijalankan, mulai dari intervensi di pasar valuta asing, penguatan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder, hingga perluasan penggunaan Local Currency Settlement (LCS) dan pengawasan transaksi valas.


Bank sentral menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional di tengah tekanan global dan ketidakpastian ekonomi yang mendorong rupiah ke level terlemah sepanjang sejarah.


Namun, HMI Cabang Purwokerto menilai berbagai instrumen tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penguatan rupiah. Organisasi mahasiswa itu menegaskan stabilitas kurs tidak cukup ditopang kebijakan moneter semata, melainkan memerlukan koordinasi yang lebih kuat antara BI dan pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi dan menarik investasi.


"Masyarakat membutuhkan langkah yang lebih konkret dan mampu mengembalikan kepercayaan," kata Yuniar Nur Faizam dari HMI Cabang Purwokerto dalam keterangan tertulisnya.


Menanggapi aspirasi tersebut, BI menyatakan tetap berkomitmen memperkuat bauran kebijakan stabilisasi. Bank sentral optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali bergerak menuju level fundamental pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS seiring masuknya aliran modal dan terjaganya stabilitas sektor keuangan.


Di akhir audiensi, HMI menegaskan akan terus mengawal perkembangan rupiah. Ketua Umum HMI Cabang Purwokerto, Ahmad Fikri Adrianto, menyatakan pihaknya siap menggelar gerakan moral dan aksi di Kantor Perwakilan BI Purwokerto apabila hingga akhir bulan belum terlihat perbaikan yang signifikan.


Menurutnya, sikap tersebut bukan semata bentuk kritik terhadap BI, melainkan wujud kepedulian mahasiswa terhadap kondisi ekonomi nasional yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat, biaya produksi, dan stabilitas perekonomian Indonesia secara keseluruhan. (wpas)

Posting Komentar

Posting Komentar