BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Tujuh hari setelah kebakaran menghanguskan rumahnya, Djarwoto, juru parkir asal Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, akhirnya kembali memiliki atap untuk berteduh.
Bantuan atap rumah tersebut diberikan Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., dan telah terpasang saat dikunjungi langsung, Senin (7/9/2026). Selain atap, bantuan berupa sembako dan uang tunai diberikan untuk membantu perapihan dinding, pengecatan dan kebutuhan pemulihan rumah.
Bagi Djarwoto, bantuan itu datang ketika keluarganya berada pada titik paling sulit setelah tempat tinggal mereka dilalap api.
“Kalau tidak dibantu, saya tidak tahu harus bagaimana. Sekali lagi, terima kasih sebesar-besarnya.”
Kebakaran terjadi Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Api membakar bagian depan rumah dan sejumlah barang di dalamnya. Tidak ada korban jiwa maupun luka, tetapi kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Djarwoto sebelumnya menuturkan, api diketahui setelah dirinya selesai memasak. Ketika kembali ke ruang depan, ia melihat api telah membesar. Ia segera menyelamatkan anak-anaknya dan meminta pertolongan warga.
Warga menjadi benteng pertama sebelum petugas pemadam tiba. Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas kemudian melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan. Polisi mengamankan lokasi sekaligus membantu proses penanganan.
Terkait sumber api, Djarwoto sempat menyebut sepeda listrik yang berada di ruang depan dan tidak sedang di-charge. Namun, keterangan tersebut merupakan dugaan awal korban dan bukan kesimpulan teknis penyebab kebakaran.
SOLIDARITAS BERGERAK
Sehari setelah kebakaran, Pemerintah Desa Pangebatan mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Pemerintah desa juga mendorong perluasan bantuan melalui berbagai pihak.
Respons kemudian datang dari lingkungan terdekat. Rekan sesama juru parkir, pedagang Pasar Karanglewas, sahabat, serta keluarga besar guru SMP Negeri 4 Karanglewas turut memberikan bantuan.
Bagi keluarga Djarwoto, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk bangkit dari kerusakan yang ditinggalkan api.
Djarwoto sendiri selama ini menggantungkan kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak-anaknya dari pekerjaan sebagai juru parkir. Karena itu, kehilangan rumah sekaligus menambah beban kehidupan sehari-hari.
BANTUAN BUKAN SEKADAR ATAP
Petrus mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kemanusiaan agar rumah Djarwoto dapat kembali menjadi ruang kehidupan keluarga.
“Semoga dengan berdirinya kembali rumah ini, rumah ini bisa menjadi tempat berbagi kasih sayang antara orang tua dan anak, suami dan istri, serta dapat segera dihuni kembali.”
Pernyataan itu menempatkan pemulihan bukan semata pada pembangunan fisik. Atap yang kembali berdiri menjadi simbol dikembalikannya rasa aman bagi keluarga yang kehilangan tempat berteduh.
Kunjungan Petrus didampingi Kasat Lantas Polresta Banyumas Kompol A. Riedwan Prevoost, Kasi Humas AKP Agista Riyan Mulyanto, Kapolsek Karanglewas AKP Heri Sudaryanto, jajaran kepolisian, Bhabinkamtibmas serta perangkat Desa Pangebatan.
CEGAH API, SEBELUM MENJADI BENCANA
Di tengah proses pemulihan, Petrus mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Kompor harus dipastikan mati sebelum rumah ditinggalkan. Instalasi listrik perlu diperiksa, penggunaan stopkontak bertumpuk dihindari, dan perangkat elektronik dipastikan tidak mengalami panas berlebih.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian juga diminta segera menghubungi 110.
Tujuh hari lalu, api merenggut sebagian rumah Djarwoto. Hari ini, atap kembali menaungi keluarganya.
Yang berdiri kembali bukan hanya sebuah bangunan, tetapi harapan. Dan yang membuatnya mungkin bukan satu tangan, melainkan kepedulian yang bergerak bersama. (Djarmanto/wpas)







Posting Komentar