74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Upah Premi dan Bantuan Sosial Warnai Pembinaan Humanis Lapas Purwokerto


 

BERSWARANEWS.Com | Purwokerto -  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto terus memperkuat pendekatan pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan kepedulian sosial. Senin (13/7), Lapas membagikan upah premi kepada warga binaan yang mengikuti program asimilasi kerja sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada salah satu keluarga warga binaan pekerja.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Purwokerto itu menjadi simbol bahwa hasil kerja warga binaan tidak hanya dihargai secara material, tetapi juga diakui sebagai bagian dari proses membangun kembali kepercayaan diri, tanggung jawab, dan kesiapan mereka untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.


Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bima Sambudya, mengatakan upah premi merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, serta produktivitas warga binaan selama mengikuti program pembinaan kemandirian. Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan mampu memacu semangat warga binaan untuk terus meningkatkan keterampilan dan etos kerja.


Ia juga mengajak seluruh peserta program agar memanfaatkan setiap kesempatan pembinaan sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Purwokerto, Aliandra Harahap, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian bukan sekadar mengajarkan keterampilan kerja, melainkan juga membentuk karakter, disiplin, dan rasa tanggung jawab sebagai fondasi kehidupan setelah bebas.


"Upah premi ini bukan sekadar bentuk penghargaan atas hasil kerja warga binaan, tetapi juga menjadi motivasi agar mereka terus berkarya, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri saat kembali ke masyarakat. Di sisi lain, pemberian bantuan sosial kepada keluarga warga binaan merupakan wujud kepedulian kami bahwa proses pembinaan juga membutuhkan dukungan terhadap keluarga mereka," ujar Aliandra.


Pendekatan tersebut mencerminkan paradigma pemasyarakatan yang semakin menempatkan pembinaan sebagai proses rehabilitasi sosial yang melibatkan lingkungan keluarga. Dukungan kepada keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat warga binaan untuk menjalani program pembinaan secara konsisten.


Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Purwokerto berharap partisipasi warga binaan dalam program pembinaan kemandirian terus meningkat. Di saat yang sama, bantuan sosial yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban keluarga warga binaan sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan sebagai fondasi keberhasilan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada reintegrasi sosial. (wpas)

0

Posting Komentar