BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Madrasah Diniyah (Madin) Al-Ittihaad Pasir Lor 2 menegaskan dominasinya sebagai Juara Umum Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) IV DPAC FKDT Kecamatan Karanglewas Tahun 2026, yang digelar di kompleks Madin Al-Ittihaad Pasir Kulon, Ahad (19/7/2026). Lebih dari sekadar kemenangan, capaian tersebut menjadi simbol keberhasilan pendidikan madrasah diniyah dalam membentuk generasi santri yang unggul dalam ilmu, berprestasi dalam kompetisi, dan kokoh dalam akhlak.
Mengusung tema "Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti Bersama Madrasah Diniyah yang Berprestasi", PORSADIN IV mempertemukan 272 santri dari 11 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kecamatan Karanglewas. Sebanyak 16 cabang olahraga dan seni Islami dipertandingkan sebagai ruang pembinaan bakat, penguatan karakter, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.
Pembukaan berlangsung di halaman Gedung MWC NU Kecamatan Karanglewas. Hadir Ketua FKDT Kabupaten Banyumas Ustadz Muh. Syaifullah, jajaran FKDT, para kiai, kepala madrasah, ustaz-ustazah, ofisial, serta ratusan santri. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kecamatan Karanglewas, Lukman Hakim, S.H.I., M.H., melalui pembacaan Surah Al-Fatihah, dilanjutkan penyematan tanda peserta oleh Ketua MWC NU Karanglewas Kiai Nardi Zaenurrohim bersama Kepala Desa Pasir Kulon Muhammad Samsi.
Ketua Panitia, Lukman Hakim, S.Pd.I., menegaskan PORSADIN tahun ini menjadi titik awal transformasi penyelenggaraan dengan mengedepankan digitalisasi dan budaya prestasi. Menurutnya, madrasah diniyah harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya.
Ketua FKDT Kecamatan Karanglewas, M. Al Abdus Solih, S.Sos., menambahkan bahwa PORSADIN merupakan media memperkuat persaudaraan antarmadrasah sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat. Ia berharap lahir generasi santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga mampu membawa nama baik madrasah di tingkat yang lebih tinggi.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Karanglewas mengingatkan bahwa olahraga dan seni merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Baginya, kemenangan bukan tujuan utama, melainkan lahirnya santri yang sehat, kreatif, sportif, dan berakhlakul karimah.
Pada penutupan kegiatan, Sekretaris DPC FKDT Kabupaten Banyumas, Ustadz Ikhsanuddin, mengapresiasi seluruh peserta. Ia menilai setiap santri adalah pemenang karena telah menunjukkan kesungguhan dalam belajar, berlatih, dan berjuang. PORSADIN, katanya, merupakan panggung untuk menempa mental juara sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarmadrasah.
Berdasarkan akumulasi poin, Madin Al-Ittihaad Pasir Lor 2 keluar sebagai Juara Umum dengan koleksi 6 medali emas, 5 perak, 5 perunggu dan 50 poin. Posisi kedua ditempati Madin Al-Ittihaad Pasir Kulon dengan 47 poin, sedangkan peringkat ketiga diraih Madin Al-Ittihaad Pasir Wetan dengan 36 poin.
Enam medali emas Madin Al-Ittihaad Pasir Lor 2 diraih dari cabang MTQ Putra, Puisi Putra, Pidato Bahasa Jawa Putri, MQK Putri, MQK Putra, dan Tenis Meja Putra. Prestasi tersebut diperkuat dengan lima medali perak dan lima perunggu yang mengantarkan madrasah tersebut menjadi pemuncak klasemen.
Menariknya, sistem penentuan juara umum tidak hanya berdasarkan jumlah medali emas, melainkan akumulasi poin dari seluruh capaian. Dari 11 madrasah peserta, 10 madrasah berhasil membawa pulang medali, menunjukkan pemerataan prestasi yang semakin baik di lingkungan Madrasah Diniyah Kecamatan Karanglewas.
PORSADIN IV akhirnya meninggalkan pesan yang lebih besar daripada sekadar daftar juara. Di balik setiap medali tersimpan doa para guru, keikhlasan orang tua, dan ketekunan para santri dalam menuntut ilmu. Dari arena inilah lahir optimisme bahwa madrasah diniyah terus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan generasi berilmu, berprestasi, menjunjung sportivitas, serta membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin bagi bangsa dan masyarakat. (wpas)





Posting Komentar