BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas kembali memanen hasil program ketahanan pangan yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) peserta asimilasi. Pada panen kali ini, sebanyak 100 kilogram komoditas hortikultura berupa kangkung, pakcoy, dan terong berhasil diproduksi sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.
Program tersebut tidak sekadar menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi instrumen pembinaan karakter dan peningkatan kompetensi WBP melalui aktivitas produktif selama menjalani masa pidana. Melalui pengelolaan lahan pertanian, para warga binaan dibekali keterampilan bercocok tanam sekaligus ditanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etos kerja.
Kegiatan itu merupakan implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. Seluruh proses, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen, dilakukan oleh WBP peserta asimilasi dengan pendampingan petugas.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, mengatakan program ketahanan pangan dirancang agar memberi manfaat ganda, yakni mendukung program pemerintah sekaligus mempersiapkan warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
"Program ketahanan pangan yang kami laksanakan merupakan bentuk komitmen Rutan Banyumas dalam mendukung 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Selain menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan, etos kerja, dan rasa tanggung jawab," ujarnya.
Menurut Anggi, hasil panen yang diperoleh seluruhnya dipasarkan. Keuntungan dari penjualan tersebut kemudian disalurkan kepada WBP peserta asimilasi dalam bentuk premi sebagai apresiasi atas keterlibatan aktif mereka dalam program pembinaan.
Premi diberikan melalui rekening BRIZZI yang dimiliki masing-masing peserta asimilasi. Skema tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi warga binaan untuk mengikuti seluruh rangkaian pembinaan secara konsisten.
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Banyumas, Sigit Purwanto, menilai keberhasilan panen menjadi indikator bahwa program pembinaan berjalan efektif berkat konsistensi warga binaan dalam merawat tanaman sejak masa tanam hingga panen.
"Seluruh proses mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen dilakukan oleh WBP peserta asimilasi dengan pendampingan petugas. Premi yang diberikan melalui rekening BRIZZI merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Kami berharap hal tersebut mampu meningkatkan motivasi Warga Binaan untuk terus mengikuti program pembinaan secara optimal dan menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat," katanya.
Salah seorang WBP peserta asimilasi berinisial S (35) mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti program tersebut. Selain mempelajari teknik budidaya sayuran, ia juga merasakan manfaat dari sistem penghargaan yang diberikan atas hasil kerja mereka.
"Saya merasa bersyukur diberikan kesempatan mengikuti program ini. Kami belajar menanam, merawat hingga memanen sayuran bersama-sama. Selain memperoleh pengalaman dan keterampilan, kami juga menerima premi dari hasil penjualan panen yang menjadi penyemangat bagi saya untuk terus mengikuti pembinaan dengan baik. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat," tuturnya.
Melalui program ketahanan pangan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Banyumas menegaskan komitmennya menghadirkan pola pembinaan yang produktif dan berorientasi pada reintegrasi sosial. Selain berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional, program tersebut diharapkan mampu melahirkan warga binaan yang lebih mandiri, memiliki keterampilan kerja, dan siap kembali menjalankan peran positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.Bila diperlukan, saya juga dapat mengadaptasi naskah ini menjadi versi hard news, feature, atau news analysis dengan sudut pandang yang lebih mendalam. (wpas)





Posting Komentar