74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Lomba Kwarran Tergiat Jadi Cermin Mutu Pembinaan Pramuka, Purwokerto Selatan Perkuat Ekosistem Pendidikan Karakter

 


BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Kwartir Ranting (Kwarran) Purwokerto Selatan menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Kwarran Tergiat Tingkat Kwartir Cabang Banyumas di Sanggar Bakti Kompleks Kantor Kecamatan Purwokerto Selatan, Minggu (12/7/2026). Agenda tersebut menjadi bagian penting dari proses evaluasi sekaligus penguatan tata kelola pembinaan Gerakan Pramuka sebagai salah satu pilar pendidikan karakter di tingkat kecamatan.


Kegiatan dihadiri Camat Purwokerto Selatan selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), seluruh lurah selaku Majelis Pembimbing Kelurahan (Mabikel), para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), pengurus Kwarran, Dewan Kerja Ranting (DKR), pembina Pramuka, hingga perwakilan gugus depan. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembinaan generasi muda.


Rombongan penilai dipimpin Wakil Ketua Bidang Humas dan Informatika Kwarcab Banyumas, Budi Nugroho, S.STP., M.Si., didampingi Ketua Tim Penilai Rahita Utama, S.Pd., bersama delapan anggota tim yang terdiri atas tujuh penilai bidang dan satu unsur Dewan Kerja Ranting.


Ketua Kwarran Purwokerto Selatan, Durotun Nasikhin, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa partisipasi dalam Lomba Kwarran Tergiat tidak semata mengejar predikat terbaik. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi instrumen refleksi untuk memperkuat kualitas pembinaan, meningkatkan inovasi program, serta mempererat sinergi seluruh elemen Gerakan Pramuka.


Menurutnya, selama ini Kwarran Purwokerto Selatan secara konsisten mengembangkan pembinaan gugus depan melalui latihan yang berkesinambungan, menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, serta melaksanakan aksi pengabdian kepada masyarakat. Program-program tersebut dirancang untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin, mandiri, serta memiliki kemampuan memimpin.


"Lomba ini menjadi momentum untuk melihat sejauh mana program pembinaan berjalan efektif sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru dalam pendidikan kepramukaan," ujarnya.


Selain menilai capaian program kerja, tim penilai juga melakukan evaluasi terhadap kelengkapan administrasi organisasi, tata kelola kelembagaan, hingga efektivitas pelaksanaan pembinaan. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan agar kualitas Gerakan Pramuka di tingkat ranting semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


Durotun menambahkan, keberhasilan pembinaan Pramuka tidak dapat dilepaskan dari sinergi pemerintah kecamatan, sekolah, para pembina, Mabiran, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang aktif, inovatif, sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.


"Melalui kebersamaan seluruh unsur, kami ingin melahirkan kader-kader muda yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah," katanya.


Lomba Kwarran Tergiat Tahun 2026 pun dipandang bukan sekadar kompetisi administratif, melainkan instrumen strategis untuk mengukur kualitas pembinaan pendidikan nonformal berbasis kepramukaan. Dengan semangat evaluasi dan inovasi, Kwarran Purwokerto Selatan optimistis mampu terus meningkatkan mutu pembinaan sekaligus menjadi model pengembangan Gerakan Pramuka yang modern, adaptif, dan berdampak nyata dalam membentuk generasi pembelajar berkarakter di Kabupaten Banyumas. (wpas)

0

Posting Komentar