BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Suara dentuman keras membangunkan warga di sekitar Jalur Papringan, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, sekitar pukul 04.00 WIB, Minggu dini hari. Warga yang berhamburan keluar rumah mendapati kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah Suzuki APV dan Honda Brio di jembatan sempit sebelah barat Dermaga Papringan.
Benturan keras membuat Honda Brio terpental hingga menghantam pagar pembatas (tralis) jembatan. Kendaraan mengalami kerusakan berat di bagian depan. Beruntung, konstruksi pagar jembatan masih mampu menahan laju mobil sehingga tidak terjun ke sungai. Jika tralis jebol, kecelakaan berpotensi menimbulkan korban yang jauh lebih besar.
Peristiwa itu kembali menambah daftar kecelakaan di jalur alternatif Banyumas–Mandirancan yang belakangan mengalami lonjakan volume kendaraan sejak penutupan Jembatan Serayu. Warga menyebut ruas tersebut sebagai salah satu titik paling rawan kecelakaan, terutama di tikungan yang langsung memasuki jembatan sempit.
Dalam video yang diunggah akun media sosial Nano Abdulahituchenol, disebutkan suara benturan terdengar sangat keras sekitar pukul 04.00 WIB. Perekam video menyebut lokasi tersebut hampir setiap hari diwarnai kecelakaan lalu lintas dan telah berulang kali diingatkan kepada para pengguna jalan.
Menurut narasi dalam video, pengendara dari kedua arah diduga melaju dengan kecepatan tinggi sebelum bertemu di jembatan yang sempit. Kondisi tikungan menjelang jembatan disebut membuat ruang pandang terbatas sehingga kendaraan yang melintas dari arah berlawanan harus mengurangi kecepatan dan bergantian melintas.
Warga sekitar mengaku semakin resah karena frekuensi kecelakaan di lokasi tersebut terus berulang. Bahkan, masyarakat setempat disebut sempat menggelar tahlilan sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar tidak lagi terjadi kecelakaan di jalur yang oleh sebagian warga dijuluki "jalur tengkorak".
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi pasti, jumlah korban maupun penyebab kecelakaan. Arus lalu lintas sempat tersendat saat proses evakuasi kendaraan.
Kejadian ini kembali menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jalur Papringan Kebasen. Pengemudi diimbau mengurangi kecepatan, tidak memaksakan menyalip, menjaga jarak aman, dan mengutamakan keselamatan, terutama saat melintasi tikungan dan jembatan sempit yang kini menjadi jalur alternatif utama. (wpas)




Posting Komentar