![]() |
| Tim SAR menerbangkan drone untuk menyisir area lembah curam dan tebing di sekitar Bukit Tobong, Purbalingga, Sabtu (4/7/2026). (Foto : Dok. Basarnas Cilacap) |
BERSWARANEWS.Com | Purbalingga - Operasi pencarian terhadap Musesni (72), lansia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Bukit Tobong, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, memasuki hari ketiga tanpa hasil. Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian dengan memadukan penyisiran darat dan pemantauan udara guna meningkatkan peluang menemukan korban.
Musesni, warga Dusun Tunjungmulih, dilaporkan tidak kembali ke rumah setelah beraktivitas di kawasan hutan pada Kamis (2/7/2026). Sejak laporan diterima, operasi pencarian melibatkan personel BASARNAS, BPBD, relawan, serta aparat pemerintah dan desa setempat.
Komandan Tim Rescue, Amin Riyanto, mengatakan strategi pencarian pada hari ketiga dibagi ke dalam dua Satuan Rescue (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan metode close grid pada jalur yang diduga sering dilalui korban, sementara SRU 2 mengoperasikan drone untuk memantau area dari udara sekaligus menyisir tebing dan lembah yang sulit dijangkau.
"Memasuki hari ketiga, kami membagi tim menjadi dua SRU. SRU 1 melakukan penyisiran dengan metode close grid di area yang biasa dilalui korban, sedangkan SRU 2 melakukan pencarian menggunakan drone dan menyisir area tebing," ujar Amin Riyanto, Sabtu (4/7/2026).
Operasi pencarian difokuskan dalam radius sekitar empat kilometer dari titik terakhir korban diketahui berada. Penggunaan drone menjadi bagian dari upaya mempercepat identifikasi area yang berisiko tinggi sekaligus meminimalkan potensi bahaya bagi personel di lapangan.
Meski demikian, proses pencarian tidak berjalan mudah. Vegetasi hutan yang lebat, kontur medan yang curam, serta minimnya informasi dari saksi mata menjadi hambatan utama yang dihadapi tim SAR selama operasi berlangsung.
"Minimnya saksi mata, vegetasi hutan yang sangat rapat, serta medan jalur yang curam menjadi tantangan utama tim di lapangan," jelas Amin.
Karena belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban hingga akhir hari ketiga, operasi pencarian dipastikan berlanjut pada Minggu (5/7/2026). Tim SAR berharap dukungan masyarakat dapat mempercepat proses pencarian, terutama apabila ada warga yang melihat atau mengetahui informasi yang berkaitan dengan keberadaan Musesni.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap informasi kepada tim SAR maupun aparat desa setempat. Setiap petunjuk, sekecil apa pun, dinilai dapat menjadi faktor penting dalam mempersempit area pencarian dan memperbesar peluang korban ditemukan dalam keadaan selamat. (wpas)





Posting Komentar