74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Hari Keenam, Pencarian Lansia Hilang di Hutan Brebes Diperluas hingga Radius 4 Kilometer

 

Tim gabungan SAR membelah vegetasi rapat saat melakukan penyisiran darat di hari keenam pencarian Naruh (78) di kawasan hutan Desa Wanatirta, Brebes, Sabtu (4/7/2026). (Foto : Dok. Basarnas Cilacap)

BERSWARANEWS.Com | Brebes - Memasuki hari keenam operasi pencarian, harapan menemukan Naruh (78), lansia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, masih terus dijaga. Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran dan mengubah strategi operasi dengan membagi personel ke dalam dua Satuan Rescue (SRU) guna meningkatkan efektivitas pencarian di medan yang semakin menantang.


Komandan Tim Rescue, Syaeful Anwar, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya serta informasi yang dihimpun dari keluarga dan masyarakat sekitar.


"Tim kami dibagi menjadi dua SRU. SRU 1 menyisir jalur darat ke arah selatan dari LKP dengan radius 4 kilometer, sedangkan SRU 2 bergerak ke arah utara dengan radius yang sama," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).


Strategi tersebut menjadi langkah lanjutan setelah lima hari pencarian belum membuahkan hasil. Sebelumnya, radius penyisiran masih berada pada kisaran tiga kilometer. Kini, area operasi diperluas untuk mengantisipasi kemungkinan korban bergerak lebih jauh dari lokasi terakhir yang diketahui.


Naruh dilaporkan hilang sejak Minggu (28/6) sekitar pukul 17.00 WIB setelah keluar rumah tanpa berpamitan. Keluarga menduga korban menuju kebun atau sungai di belakang rumah, lokasi yang biasa didatanginya untuk membuang sampah.


Warga bersama relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Wanatirta sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun, setelah tidak menemukan hasil, laporan diteruskan kepada BPBD Brebes dan Unit Siaga SAR Brebes sehingga operasi pencarian resmi melibatkan tim SAR gabungan.


Memasuki hari keenam, tantangan terbesar masih berasal dari kondisi alam. Vegetasi hutan yang sangat rapat dipadukan dengan kontur tebing curam membuat jarak pandang personel terbatas sekaligus memperlambat proses penyisiran.


"Vegetasi di hutan sangat rapat dan medannya berupa tebing curam, sehingga jarak pandang tim menjadi terbatas. Ini tantangan terbesar kami," kata Syaeful.


Hingga Sabtu sore, belum ditemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan korban. Meski demikian, operasi pencarian dipastikan berlanjut pada hari ketujuh dengan mengedepankan evaluasi taktis dan perluasan penyisiran apabila diperlukan.


Tim SAR berharap dukungan informasi dari masyarakat serta doa bersama dapat mempercepat proses pencarian sehingga Naruh segera ditemukan dalam keadaan selamat.


"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Semoga beliau segera kami temukan," tutup Syaeful. (wpas)

Posting Komentar

Posting Komentar