74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Syifa Masuk 20 Besar Putri Otonomi Indonesia, Bawa Nama Banyumas ke Panggung Nasional


BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Banyumas. Mbekayu Banyumas 2025, Syifa Dyah Puspita, berhasil menembus 20 besar finalis Pemilihan Putri Otonomi Indonesia (POI) 2026, ajang bergengsi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).


Syifa lolos setelah mengikuti rangkaian seleksi nasional yang berlangsung di Jakarta pada 2–4 Juni 2026. Hasil seleksi diumumkan pada 7 Juni 2026, menempatkan wakil Banyumas tersebut sebagai salah satu finalis yang akan bersaing membawa identitas, potensi, dan keunggulan daerahnya ke tingkat nasional.


Menurut Syifa, Pemilihan Putri Otonomi Indonesia merupakan ajang yang mempertemukan perwakilan perempuan muda dari berbagai kabupaten di Indonesia untuk menjadi duta promosi pembangunan daerah sekaligus mengampanyekan semangat otonomi daerah.


“Keberhasilan menembus 20 besar seleksi Putri Otonomi Indonesia ini menjadi langkah awal bagi saya untuk melaju ke tahapan berikutnya. Selain menampilkan bakat dan kemampuan komunikasi, saya juga dituntut memiliki wawasan yang kuat mengenai pembangunan daerah dan otonomi daerah,” ujar Syifa, Senin (8/6/2026).


Mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Program Studi Teknologi Pangan, yang lahir di Banyumas pada 24 April 2004 itu, saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi tahapan lanjutan menuju Grand Final. Salah satu agenda penting yang akan diikutinya adalah retreat bela negara dan masa karantina yang dijadwalkan berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara, mulai 28 Juni 2026.


Sebagai wakil Banyumas, Syifa mengaku terus memperdalam pemahaman mengenai berbagai sektor unggulan daerah yang akan menjadi materi utama dalam kompetisi tersebut.


“Sebagai Putri Otonomi Indonesia asal Banyumas, saya harus mampu memperkenalkan potensi unggulan Banyumas, mulai dari sektor pariwisata, investasi, ekonomi kreatif hingga kekayaan budaya lokal kepada masyarakat Indonesia,” katanya.


Keberhasilan Syifa menembus jajaran 20 besar nasional tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi promosi daerah. Ajang Putri Otonomi Indonesia selama ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi investasi, budaya, pariwisata, serta program pembangunan kepada publik nasional.


Selain aktif di dunia akademik, Syifa juga dikenal memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang. Ia pernah aktif di Forum Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Banyumas periode 2022–2025, Dewan Kerja Ranting Purwokerto Timur periode 2021–2025, serta kini tergabung dalam Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas sejak 2025.


Menjelang tahapan berikutnya, Syifa berharap dukungan dari berbagai elemen masyarakat Banyumas, mulai dari pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat umum, agar dapat tampil maksimal dan membawa nama Banyumas semakin dikenal di tingkat nasional.


“Dukungan dari masyarakat Banyumas menjadi energi besar bagi saya untuk memberikan yang terbaik dan membawa potensi daerah kita semakin dikenal di Indonesia,” ujarnya.


Keberhasilan Syifa menjadi bukti bahwa generasi muda Banyumas tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga siap menjadi wajah promosi daerah yang kompeten, berwawasan, dan mampu bersaing di panggung nasional. (wpas)

Posting Komentar

Posting Komentar