Semangat menjaga kemabruran haji terus digaungkan kepada jemaah haji Kloter SOC 76 di Kota Suci Mekkah. Melalui Kajian Agama ke-6 yang digelar di Musholla Hotel Zad Al Mufasir 2 (511), Jumat (12/6/2026), para jemaah memperoleh penguatan spiritual tentang pentingnya merawat nilai-nilai haji mabrur setelah seluruh rangkaian ibadah usai.
Menjaga Cahaya Kemabruran dari Tanah Suci
BERSWARANEWS.Com | Mekkah - Upaya menanamkan semangat menjaga kemabruran haji terus dilakukan kepada jemaah haji Kloter SOC 76. Dalam Kajian Agama ke-6 yang berlangsung di Musholla Hotel Zad Al Mufasir 2 (511), Daker Mekkah, Jumat (12/6/2026), para jemaah mendapatkan siraman rohani bertema Menjaga Kemabruran Haji yang disampaikan oleh Dr. H. Muridan, M.Ag.
Di hadapan jemaah yang mengikuti kajian dengan khusyuk, Dr. Muridan menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan langsung dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang merindukan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Menurutnya, talbiyah yang dikumandangkan selama berhaji bukan sekadar lantunan lisan, melainkan jawaban atas seruan Ilahi agar manusia kembali dengan hati yang bersih dan jiwa yang tenang.
Ia menekankan, ukuran kemabruran tidak terletak pada banyaknya ritual yang dijalankan, tetapi pada perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tanah air. Ego harus ditundukkan, amarah dikendalikan, serta ibadah diarahkan semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT.
"Haji mabrur adalah ketika hati, pikiran, dan perilaku berjalan selaras dalam ketaatan kepada Allah SWT," ujarnya.
Dr. Muridan juga mengingatkan bahwa pelajaran terbesar dari ibadah haji adalah kemampuan melakukan muhasabah sebelum menyalahkan orang lain, memperbanyak dzikir, menebarkan salam dan senyum, serta menghadirkan Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.
Ketua Kloter SOC 76, Hj. Inung, mengatakan kajian tersebut menjadi bagian dari program pembinaan ibadah dan penguatan wawasan keagamaan selama berada di Tanah Suci. Potensi para ulama dan tokoh agama yang tergabung dalam kloter dimanfaatkan melalui kolaborasi antara PPIH, KBIHU, dan para jemaah.
Sementara itu, Bimbingan Ibadah Kloter SOC 76, Mukroji, menyebut kegiatan tersebut lahir dari sinergi yang harmonis antara petugas dan jemaah guna meningkatkan kualitas ibadah serta pemahaman keagamaan.
Apresiasi datang dari Dani Syamsu Andi, jemaah Rombongan 8, yang mengaku terkesan dengan kajian rutin yang menghadirkan para narasumber berkompeten dan materi yang menyentuh hati.
Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji, kajian tersebut menjadi oase ruhani yang mengingatkan para tamu Allah bahwa perjalanan suci tidak berhenti pada selesainya rukun Islam kelima. Dari Mekkah, mereka diajak membawa pulang cahaya kemabruran, memperkuat keikhlasan, serta menjaga kedekatan dengan Allah SWT hingga akhir hayat.
"Haji mabrur adalah bekal menuju ridha Allah SWT dan surga yang dijanjikan-Nya," pungkas Dr. Muridan. (wpas)







Posting Komentar