BERSWARANEWS.Com | Banyumas — Ada pagi yang tak hanya dipenuhi cahaya matahari, tetapi juga cahaya kepedulian. Kamis (25/6/2026), rumah sederhana milik Sahabat Banser Agus di RT 004 RW 003 Desa Kalikesur, Kecamatan Kedungbanteng, berubah menjadi ruang persaudaraan. Sejak pukul 10.45 WIB hingga menjelang Salat Zuhur, puluhan sahabat, tokoh masyarakat, dan relawan kemanusiaan datang membawa satu pesan yang sama: Agus tidak sendiri.
Suasana haru tak terelakkan. Doa dipanjatkan, tangan saling menggenggam, sementara keluarga menerima dukungan moril dan bantuan kemanusiaan yang menjadi bukti bahwa solidaritas masih hidup di tengah masyarakat.
Dari gerakan spontan yang digalang melalui Grup WhatsApp Harakah NU Kabupaten Banyumas, terkumpul dana empati kemanusiaan sebesar Rp25.057.344. Dana tersebut berasal dari sekitar 90 donatur lintas latar belakang, mulai dari keluarga besar Harakah NU Banyumas, MA IPNU-IPPNU, MWCNU Kedungbanteng, Ansor Banser se-Banyumas Raya, jajaran pengurus NU, pengusaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kapolresta Banyumas, para dermawan dari Banyumas, Pekalongan, Bantul, hingga berbagai pihak lain yang memilih berbagi tanpa banyak dikenal.
Gelombang dukungan juga hadir melalui doa dan salam dari sejumlah tokoh, di antaranya Mbah Habib Achmad, Kapolresta Banyumas, Mbah Rois KH. Mughni Labib, H. Rofiq, serta para sahabat kemanusiaan lainnya. Kehadiran mereka menjadi energi batin bagi keluarga yang sedang menghadapi ujian.
Kepedulian juga diwujudkan oleh para muzaki dan munfiq UPZ An Nur Rejasari Purwokerto Barat. Melalui Ust. Daryanto bersama Ketua Asiyah Aama, Sekretaris Auliya Rahman, dan Bendahara Sri Wakhyuni, bantuan berupa paket sembako dan kebutuhan pokok diserahkan langsung kepada ibu kandung Sahabat Agus sebagai amanah dari para donatur.
Koordinator penggalangan donasi, Sukron Ma'muri, memastikan seluruh bantuan telah diterima keluarga secara utuh.
"Alhamdulillah, seluruh amanah para dermawan telah kami sampaikan kepada keluarga Sahabat Agus. Terima kasih kepada seluruh donatur, tokoh, sahabat, dan masyarakat yang telah ikut membantu. Semoga menjadi amal jariyah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT," ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PAC GP Ansor Kedungbanteng, M. Happy Nur Tsani, mewakili keluarga mengungkapkan rasa syukur atas besarnya kepedulian masyarakat.
"Bantuan ini bukan hanya meringankan beban keluarga, tetapi juga menguatkan keyakinan bahwa Sahabat Agus tidak berjuang sendirian. Terima kasih atas perhatian, bantuan, dan doa dari semua pihak," katanya.
Menjelang azan Zuhur, seluruh yang hadir menundukkan kepala. Gus Sa'dun dan Ust. Daryanto memimpin doa bersama, memohon kesembuhan, kekuatan, dan keberkahan bagi Sahabat Agus beserta keluarganya. Di rumah sederhana itu, yang mengalir bukan hanya air mata, tetapi juga harapan.
Sebagai bentuk transparansi, panitia memastikan seluruh proses penghimpunan hingga penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka. Donatur maupun masyarakat yang membutuhkan informasi dipersilakan menghubungi Koordinator Donasi, Sukron Ma'muri. Sejumlah awak media yang mengawal proses sejak awal juga siap memberikan informasi sebagai bagian dari komitmen menjaga amanah publik.
Kalikesur pagi itu mengajarkan satu hal yang sederhana namun semakin langka: ketika satu orang diuji, banyak orang memilih hadir. Sebab di tengah segala keterbatasan, empati tetap menjadi kekuatan yang mampu menghidupkan harapan. Dan sering kali, bukan besarnya bantuan yang paling dikenang, melainkan keyakinan bahwa masih ada banyak hati yang memilih peduli. (wpas)






Posting Komentar