BERSWARANEWS.Com | Purbalingga - Semangat memperluas perlindungan bagi pekerja sektor informal mengemuka dalam kegiatan “Gendu-Gendu Rasa, Pengembangan Kapasitas Perisai” yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan Bralingmas di Pari Resto Purbalingga, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan Agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dari wilayah Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas untuk memperkuat kapasitas, strategi, serta komitmen dalam meningkatkan kepesertaan pekerja bukan penerima upah (BPU) atau pekerja informal.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Vinca Meitasari, Kabid Kepesertaan Purwokerto Rosalina Agustin, Kepala Kantor Cabang Kelas 3A Banjarnegara Amalia A. Yuni, Kepala Kantor Cabang Kelas 3A Purbalingga Andrean Hary Khrisna, serta jajaran Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY.
Dalam sambutannya, Vinca Meitasari menegaskan Agen Perisai memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menghadirkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.
“Agen Perisai mengemban misi mulia untuk mengakuisisi, mengedukasi, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat. Melalui skema insentif yang menarik, kami ingin para agen bergerak lebih produktif dan berkelanjutan demi kesejahteraan pekerja Indonesia,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan alur pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), strategi percepatan program Racing Wadah Perisai 2026, evaluasi akuisisi peserta, hingga pembaruan delapan elemen data onboarding guna meningkatkan validasi dan kualitas layanan.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi berbagi pengalaman bersama Agen Perisai Banjarnegara. Berbagai persoalan lapangan, kendala sistem, hingga strategi menjangkau peserta baru menjadi bahan diskusi yang menunjukkan tingginya komitmen para agen dalam melayani pekerja sektor informal.
Pada sesi penutup, Direktur Coaching Indonesia Academy Mohammad Nur Fannie Prasetyo memberikan penguatan motivasi dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas keagenan.
Menurutnya, keberhasilan Agen Perisai tidak hanya diukur dari kemampuan menjelaskan program, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman dan kepastian perlindungan bagi keluarga pekerja saat risiko terjadi.
Melalui penguatan kapasitas tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap profesionalisme Agen Perisai semakin meningkat sehingga mampu menjangkau lebih banyak pekerja informal yang belum terlindungi. Semangat kolaborasi yang terbangun diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat jaring pengaman sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat. (wpas)






Posting Komentar