Momentum Iduladha tahun ini menjadi istimewa karena menjadi salah satu kegiatan besar perdana di bawah kepengurusan baru BKM Masjid Nuurul Ikhlaash. Ribuan jamaah dan warga perumahan tampak memadati area masjid sejak pagi hari untuk mengikuti Salat Id yang dipimpin Ustadz Widi Susworo sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khutbahnya, Widi Susworo menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk kepedulian sosial dan pengorbanan yang memiliki dimensi kemanusiaan yang kuat.
“Ibadah kurban adalah ibadah yang luar biasa. Bila belum memiliki kemampuan untuk berkurban, maka gantilah dengan berbuat baik kepada sesama sebagaimana diperintahkan Allah SWT dan Rasulullah SAW,” ujarnya di hadapan jamaah.
Masjid Nuurul Ikhlaash sendiri telah berdiri sejak 2009 dan berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga Karen Indah 3. Berbagai kegiatan hari besar Islam rutin digelar, namun Iduladha disebut menjadi puncak partisipasi warga dengan tingkat kehadiran hampir mencapai 99 persen warga perumahan.
Selain warga kompleks, panitia juga mengundang masyarakat sekitar yang berhak menerima distribusi daging kurban. Kebersamaan menjadi kekuatan utama pelaksanaan kurban tahun ini, termasuk melalui pola gotong royong tujuh orang jamaah yang patungan membeli sapi kurban.
Partisipasi para dermawan turut memperkuat pelaksanaan ibadah kurban. Sugeng Supriyadi beserta keluarga menyumbangkan dua ekor sapi kurban meski tahun ini tidak dapat hadir langsung karena sedang menunaikan ibadah haji. Sementara pengusaha rokok KOI, Joko Priyono dan keluarga, juga menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada panitia Masjid Nuurul Ikhlaash.
Ketua BKM Muhammad Ghozie berharap semangat kebersamaan dan amaliah kurban terus terjaga di tahun-tahun mendatang.
“Semoga seluruh amal ibadah kurban mendapatkan ridha Allah SWT, diberikan istiqamah untuk terus berbagi, dan Masjid Nuurul Ikhlaash semakin makmur,” katanya. (wpas)






Posting Komentar