BERSWARANEWS.Com | Banyumas - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas mulai mengubah lahan asimilasi menjadi kawasan produktif melalui penebaran 3.000 benih ikan, Rabu (9/9/2026). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan.
Sebanyak 1.500 benih ikan bawal dan 1.500 benih lele ditebar sebagai tahap awal pengembangan budidaya perikanan di lingkungan Rutan Banyumas.
Kepala Rutan Banyumas, Anggi Febiakto, mengatakan pemanfaatan lahan asimilasi tidak berhenti pada aspek produktivitas, tetapi juga diarahkan menjadi ruang pembelajaran bagi warga binaan.
“Penebaran benih ikan ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengoptimalkan lahan asimilasi agar tidak hanya menjadi lahan yang tersedia, tetapi dapat dikelola menjadi lahan produktif,” ujar Anggi.
Menurutnya, keterlibatan warga binaan dalam pengelolaan budidaya ikan diharapkan memberi pengalaman praktis, mulai dari perawatan hingga pengelolaan hasil. Keterampilan tersebut menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Program budidaya perikanan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan Rutan Banyumas terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya agenda penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Rutan Banyumas selanjutnya akan mengembangkan program produktif serupa agar lahan asimilasi memiliki nilai ekonomi dan edukasi. Di balik tembok pemasyarakatan, lahan yang semula pasif kini diarahkan menjadi ruang produksi sekaligus tempat warga binaan menyiapkan keterampilan untuk hidup mandiri setelah bebas. (wpas)




Posting Komentar