74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

Bandara Soetta Ditutup, KAI Daop 5 Tambah Dua KA Tambahan Menuju Jakarta


BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng, Tangerang, akibat indikasi sebaran abu vulkanik di wilayah Jabodetabek mulai berdampak pada mobilitas masyarakat. Di tengah terganggunya transportasi udara, jalur kereta api disiapkan sebagai alternatif perjalanan menuju Jakarta dan sekitarnya.


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto merespons kondisi tersebut dengan menyiapkan dua perjalanan kereta api tambahan pada Minggu (6/9/2026).


Dua perjalanan tersebut menjadi opsi bagi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi menuju Jakarta ketika penerbangan mengalami gangguan.


Pertama, KA Tambahan Yogyakarta–Gambir, berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 18.20 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Purwokerto pukul 20.47 WIB. Kereta kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gambir pada pukul 20.55 WIB.


Kedua, KA Tambahan Malang–Gambir, berangkat dari Malang pada pukul 20.15 WIB, tiba di Stasiun Purwokerto pada Senin (7/9/2026) pukul 04.56 WIB dan kembali berangkat menuju Gambir empat menit kemudian, pukul 05.00 WIB.


Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kesiapan KAI dalam menghadirkan moda transportasi alternatif ketika perjalanan udara terganggu akibat kondisi alam.


«“KAI Daop 5 Purwokerto berupaya hadir memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi, khususnya akibat adanya penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta,” kata As’ad.»


KAI Siagakan Layanan, Warga Diminta Waspada Abu Vulkanik


Di luar persoalan transportasi, KAI juga mengingatkan masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik agar tidak mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan.


Masyarakat disarankan menggunakan masker dan kacamata pelindung, mengurangi aktivitas di ruang terbuka serta menghindari menyentuh mata setelah terpapar lingkungan yang berdebu.


Barang bawaan, termasuk makanan dan minuman, juga dianjurkan ditutup rapat untuk mencegah kontaminasi abu vulkanik.


Bagi pelanggan yang mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas atau iritasi akibat paparan abu, KAI meminta segera menghubungi petugas agar dapat memperoleh bantuan.


“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan pelayanan kepada pelanggan berjalan optimal,” ujar As’ad.


Kondisi ini sekaligus menunjukkan pentingnya konektivitas antarmoda ketika transportasi udara menghadapi gangguan. Dengan tambahan perjalanan tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto berupaya menjaga agar mobilitas masyarakat menuju Jakarta tetap memiliki pilihan di tengah situasi yang berkembang.


KAI mengimbau calon penumpang untuk memastikan jadwal dan informasi perjalanan terbaru melalui kanal resmi KAI, termasuk Contact Center KAI121 dan media sosial KAI121, sebelum berangkat. (wpas)

Posting Komentar

Posting Komentar