BERSWARANEWS.Com, Banyumas - Dua persoalan kesehatan muncul dalam Lokakarya Mini Kecamatan Banyumas, Rabu (16/9/2026). Sejumlah pelajar SMP dan SMA terdeteksi memiliki kadar hemoglobin (Hb) rendah, sementara Rutan Kelas IIB Banyumas menyiapkan skrining Tuberkulosis (TB) terhadap 100 warga binaan. Keduanya menempatkan deteksi dini sebagai kebutuhan mendesak sebelum persoalan kesehatan berkembang lebih jauh.
Kepala Puskesmas Banyumas drg. Kartika mengatakan temuan Hb rendah pada anak sekolah menjadi perhatian karena membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.
“Masih ditemukan anak sekolah di wilayah Banyumas, termasuk jenjang SMP dan SMA, yang memiliki kadar Hb rendah,” ujar Kartika.
Di lingkungan Rutan Banyumas, skrining TB dijadwalkan pada 30 September 2026. Sebanyak 100 WBP menjadi sasaran pemeriksaan melalui tahapan skrining awal, pemeriksaan dahak dan X-ray.
Programer TB Puskesmas Banyumas Nursan mengatakan pemeriksaan tersebut diarahkan untuk menemukan kasus sedini mungkin agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Ini bagian dari upaya deteksi dini TB sehingga kondisi kesehatan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai hasil pemeriksaan,” katanya.
Lokakarya tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah desa, puskesmas, Rutan Banyumas dan instansi terkait. Forum lintas sektor itu menjadi ruang untuk menyatukan langkah menghadapi persoalan kesehatan yang muncul di masyarakat maupun lingkungan pemasyarakatan.
Perawat Rutan Kelas IIB Banyumas Deni Yusup Prasetio menegaskan koordinasi diperlukan agar hasil pemeriksaan tidak berhenti pada pencatatan.
“Koordinasi antarinstansi menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan dan memastikan hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.
Deteksi dini hanya bermakna jika setiap temuan segera berujung pada penanganan yang nyata. (wpas)





Posting Komentar