BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Sebanyak 39 pramuka dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Banyumas dikukuhkan menjadi Pasukan Tunas Muda 2026. Mereka disiapkan untuk mengemban tugas penting dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Jawa Tengah di GOR Satria Purwokerto, Kamis (10/9/2026).
Pengukuhan dilakukan Bupati Banyumas sekaligus Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (8/9/2026).
Komposisi Pasukan Tunas Muda terdiri atas 24 putra dan 15 putri. Mereka berasal dari perguruan tinggi, SMA sederajat, SMP sederajat hingga sekolah dasar.
Pasukan tersebut akan mengemban sejumlah tugas strategis dalam rangkaian upacara, mulai dari pengucapan Pancasila, UUD 1945, Dasa Dharma dan Widya Dharma, hingga pengibaran serta pembawaan Sang Saka Merah Putih. Mereka juga disiapkan sebagai pemimpin upacara, pemimpin barisan, dan pembawa acara.
Ketua panitia pelaksana upacara Hari Pramuka ke-65 tingkat Kwarda Jawa Tengah, Wahyu Adhi Fibrianto, mengatakan ke-39 anggota telah melewati rangkaian seleksi pada 2 Agustus, pendidikan dan pelatihan 12 Agustus–6 September, serta karantina 7–11 September 2026.
Pelatihan diberikan oleh pelatih dari Kodim 0701 Banyumas dengan materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, pendidikan Pancasila, keprotokoleran, pembinaan fisik dan mental, serta pembentukan karakter.
Menurut Wahyu, rangkaian pembinaan tersebut dirancang untuk membentuk pasukan yang disiplin, berkarakter, dan siap menjalankan tugas dalam upacara maupun kegiatan lainnya.
Sementara itu, Sadewo menegaskan pengukuhan bukan sekadar seremoni, melainkan penanda dimulainya tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan disiplin dan integritas.
“Esok hari tugas kalian bukan hanya mengibarkan sehelai kain. Tapi kalian akan mengibarkan Sang Saka Merah Putih, simbol kehormatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sadewo meminta seluruh anggota berpegang pada nilai Dasa Dharma, khususnya prinsip bahwa pramuka harus bertanggung jawab dan dapat dipercaya serta menjaga kesucian pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Ia juga menempatkan Gerakan Pramuka sebagai ruang strategis pembentukan karakter generasi muda di tengah persoalan kenakalan remaja.
“Jadikan Gerakan Pramuka sebagai pembentuk karakter generasi muda yang berkualitas,” pungkasnya. (wpas)




Posting Komentar