BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Suasana meriah ajang Speed Fest Round 2 dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Round 3 di Sirkuit GOR Satria Purwokerto berubah menjadi kepanikan setelah tribun penonton dilaporkan ambruk pada Minggu (26/7/2026).
Insiden yang terjadi di tengah berlangsungnya perlombaan tersebut menyebabkan sejumlah penonton mengalami luka-luka. Informasi awal dari lokasi menyebutkan beberapa korban diduga mengalami patah tulang akibat tertimpa konstruksi tribun yang roboh secara tiba-tiba.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, arena balap yang menjadi magnet pecinta otomotif itu dipadati ribuan pengunjung. Kepadatan penonton diduga terjadi di area tribun sesaat sebelum struktur tersebut runtuh.
Salah seorang penonton, Bambang Septiono, menuturkan bahwa tribun roboh ketika dipenuhi pengunjung dalam jumlah besar.
"Tribun roboh karena penonton mbludak, banyak yang patah tulang," ujarnya.
Tak lama setelah kejadian, sirene ambulans memecah keramaian. Petugas keamanan, tenaga medis, panitia penyelenggara, serta para pengunjung bergerak cepat mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan tribun. Sejumlah korban langsung mendapat pertolongan pertama sebelum dievakuasi ke fasilitas kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan. Belum ada keterangan resmi dari penyelenggara maupun instansi berwenang mengenai penyebab pasti ambruknya tribun, termasuk kondisi terkini para korban.
Petugas masih melakukan sterilisasi area kejadian sekaligus mengumpulkan data dan keterangan saksi untuk menyusun kronologi secara utuh. Aparat juga diperkirakan akan mengevaluasi aspek keselamatan konstruksi tribun serta penerapan standar keamanan dalam penyelenggaraan kegiatan yang dihadiri massa dalam jumlah besar.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena ajang Speed Fest Round 2 dan Kejurnas Drift Round 3 yang digelar pada 25–26 Juli 2026 merupakan salah satu agenda otomotif nasional yang menyedot antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton.
Sementara itu, perkembangan mengenai jumlah korban, penyebab ambruknya tribun, serta hasil investigasi masih menunggu pernyataan resmi dari pihak penyelenggara dan aparat berwenang.
Sebagai informasi, drifting merupakan teknik mengemudi yang dilakukan dengan sengaja membuat roda belakang kendaraan kehilangan traksi sehingga mobil meluncur menyamping saat melewati tikungan, namun tetap berada dalam kendali penuh pengemudi. Teknik ini menjadi salah satu cabang olahraga otomotif yang mengutamakan presisi, keterampilan, dan penguasaan kendaraan. (wpas)







Posting Komentar