74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

58 Korban Berjatuhan Akibat Tribun VIP Ambruk, Bupati Hentikan Kejurnas Drift


BERSWARANEWS.Com | Purwokerto - Pemerintah Kabupaten Banyumas bergerak cepat merespons insiden ambruknya tribun VIP pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto, Minggu (26/7/2026). Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono memutuskan menghentikan sementara seluruh rangkaian kejuaraan demi mengutamakan keselamatan masyarakat serta memberi ruang bagi proses investigasi dan evaluasi menyeluruh.


"Setelah terjadi insiden ini, saya hentikan sementara. Mudah-mudahan hal seperti ini tidak terjadi lagi," ujar Sadewo.


Bupati menegaskan, event organizer (EO) dan panitia penyelenggara wajib bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban, termasuk memastikan seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan terpenuhi.


"EO dan panitia harus bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban, termasuk penanganan medis," tegasnya.


Usai kejadian, Sadewo langsung meninggalkan lokasi untuk memastikan kondisi korban di lima rumah sakit rujukan, yakni RS Wijaya Kusuma (DKT), RS Elisabeth, RS Orthopaedi Purwokerto (RSOP), RS Geriatri, dan RSUD Banyumas. Di setiap rumah sakit, ia berdialog dengan tenaga medis, korban, serta keluarga guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal.


"Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan seluruh penanganan medis bagi para korban berjalan optimal, sekaligus memberikan dukungan moral kepada korban dan keluarganya," katanya saat meninjau RS DKT Purwokerto.


Data sementara menunjukkan 58 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Mereka terdiri atas 15 korban di RS DKT, 10 korban di RS Elisabeth, 24 korban di RSOP, delapan korban di RS Geriatri, dan satu korban di RSUD Banyumas. Sejumlah korban dilaporkan mengalami patah tulang dan berbagai cedera akibat runtuhnya tribun.


Pemkab Banyumas menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban memperoleh layanan kesehatan hingga tuntas tanpa terkendala biaya maupun administrasi.


"Kami mencoba berkoordinasi dengan penyelenggara dan instansi terkait agar penanganan medis para korban dapat ditanggung dengan tuntas. Fokus kita di situ dulu," ujar Bupati.


Langkah cepat pemerintah daerah mendapat apresiasi dari keluarga korban yang menilai kehadiran langsung Bupati memberikan kepastian sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat di tengah musibah tersebut.


Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya tribun VIP. Pemeriksaan meliputi konstruksi tribun, kapasitas penonton, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan penyelenggaraan. Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar evaluasi sebelum kegiatan serupa kembali diizinkan berlangsung di Banyumas.


Insiden ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan penyelenggaraan event nasional tidak hanya diukur dari kemeriahan dan jumlah penonton, tetapi juga dari kemampuan penyelenggara menjamin keselamatan setiap orang yang hadir. (wpas)

0

Posting Komentar